Staf Ahli Kemenko Polhukam Temui Gubernur Kalbar, Bahas Beberapa Kepentingan Pertahanan Negara

Editor : Suhendra Yusri
Staf ahli Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Brigjend Pol Agung Makbul saat menemui Gubernur Kalbar, Sutarmidji di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (21/10/2020).

Pontianak (Suara Kalbar) - Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik,Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia, Brigjend Pol Agung Makbul juga membahas masalah kemaritiman termasuk di Kalbar lantaran posisinya yang berbatasan antar negara.

Hal ini disampaikannya, saat menemui Gubernur Kalbar Sutarmidji di Ruang Praja 1 Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (21/10/2020).

Staf Ahli Kemenko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Brigjen Agung Makbul mengatakan yang pertama dibahas adalah masalah ideologi dan konstitusi karena Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga.

 “Yang kedua daerah Kalbar juga sangat rawan tentang kemaritiman. Kemaritiman juga merupakan isu strategis karena ini adalah daerah-daerah yang kita pertahankan supaya jangan orang-orang masuk melalui jalur tikus itu,” ujarnya kepada awak media.

Selanjutnya disampaikannya pula masalah ketahanan Kalimantan Barat yang harus dijaga. Khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Yang ketiga tentang ketahanan negara. Kalbar juga kan bagian dari NKRI jadi apabila di Kalbar ketahanan negaranya itu lemah maka juga yang akan sakit seluruh NKRI. Ini bagaimana cara mengatasi ketahanan negara khususnya Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara-negara asing dan mempunyai laut yang cukup luas nah harus tetap kita pertahankan,” terangnya.

Menurutnya, sumber daya manusia dan teknologi tak luput dari pembahasannya. Sumber daya manusia di Kalbar menurutnya harus ditingkatkan. Juga Teknologi yang dimana kita harus paham agar tidak ketinggalan.

“Yang keempat adalah sumber daya manusia dan teknologi. Jadi tadi pak Gubernur saya mendapatkan informasi juga sumber daya manusia harus kita tingkatkan jangan sampai lemah. Dengan adanya kelemahan sumber daya manusia tentunya akan mempengaruhi kinerja yang kita lakukan dalam bekerja jadi tetap kita tingkatkan. Kemudian teknologi juga sama,teknologi sudah zamannya ITE jadi nggak bisa gaptek kita. Jadi kalau kita gaplek ketinggalan lah,” jelasnya.

Isu lingkungan pun juga turut dibahas seperti masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla),serta masalah lingkungan lainnya.

“Nah ini semuanya dimiliki oleh Kalimantan Barat. Oleh karena itu kunjungan staff ahli Kemenpolhakam adalah ke Kalbar karena itu adalah daerah yang sangat stategis untuk kita pertahan dan perkuat dari pusat,” tukasnya.

Penulis  : Yapi Ramadhan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini