Satgas Saber Pungli Sosialisasi di Segedong, Pelayanan Publik Rentan Praktik Pungutan Liar

Editor : Suhendra Yusri

 

 Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Mempawah, Kompol Bermawis, saat menggelar sosialisasi di Kecamatan Segedong.

Mempawah (Suara Kalbar)- Praktik pungutan liar punya dampak sangat merugikan. Tidak saja menjadi penyebab biaya ekonomi tinggi, tapi juga merugikan dan merusak tatanan masyarakat. 

Karena itu lah, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Mempawah terus menggelar sosialisasi berkeliling kecamatan untuk mencegah terjadinya peluang pungutan liar. 

Saat menggelar sosialisasi di Kecamatan Segedong, Senin (19/10/2020), Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Mempawah, Kompol Bermawis menegaskan, praktik pungutan liar ini sangat meresahkan masyarakat.

“Jika praktik pungli tak dicegah, juga bisa menghambat pembangunan, merugikan masyarakat dan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap kinerja pemerintah,” kata Wakapolres Mempawah ini. 

Pengertian pungli itu, tambah Bermawis, adalah tindak pengenaan biaya atau pungutan liar di tempat yang seharusnya tidak ada biaya. Atau pengenaan biaya suatu layanan publik yang tidak sesuai dengan ketentuan. 

Dengan telah terbentuknya Satgas Saber Pungli, ia berharap sektor yang rentan dengan pungutan liar, misalnya, pelayanan publik, ekspor impor, penegakan hukum, perijinan, kepegawaian, pendidikan, pengadaan barang dan jasa, atau kegiatan lainnya, dapat dicegah dan diberantas. 

Dalam kesempatan itu pula, Bermawis berharap di Kecamatan Segedong tidak terjadi pungutan liar. Ia juga mengimbau seluruh stakeholder yang memberikan pelayanan ke masyarakat agar bersikap profesional, cerdas dan mengikuti aturan yang berlaku. 

Irban Inspektorat Pemerintah Kabupaten Mempawah, Sukriadi, turut menyampaikan harapan agar kepala desa hendaknya menggunakan dana desa sesusai APBDes.

“Ikuti payung hukum yang telah ditentukan oleh negara, Insya Allah, bapak-bapak kepala desa akan tenang dalam menjalankan amanah masyarakat di desa masing-masing,” imbuhnya. 

Begitu pula kepada pihak sekolah maupun aparatur kecamatan, diimbau agar jangan menarik iuran atau biaya administrasi di luar dari ketentuan payung hukum negara. 

Sosialisasi Satgas Saber Pungli di Kecamatan Segedong dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat, sekaligus disosialisasikan Peraturan Bupati Nomor 50 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protkes. 

Tampak hadir, jajaran Forkopimcam Segedong, para kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan ormas di Kecamatan Segedong. 


Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini