Robo’-Robo’, Panembahan Mempawah Ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon

Editor : Suhendra Yusri
Prosesi ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon yang dipimpin Panembahan Mempawah, Mardan Adijaya, bersama Wabup Muhammad Pagi dan jajaran Forkopimda. Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian even budaya Robo'-Robo' pada Selasa (13/10/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)- Sehari menjelang puncak peringatan Robo'-Robo', Panembahan Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, berziarah ke Makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (13/10/2020) pagi.

Setibanya di Sebukit Rama, Mardan Adijaya tampak dan kerabat Istana Amantubillah Mempawah, Wakil Bupati, Muhammad Pagi, serta Forkopimda Kabupaten Mempawah.

Ratusan masyarakat dari berbagai penjuru daerah berdatangan dan memadati lokasi makam, baik yang ikut berziarah maupun hanya sekedar melihat. 

Laskar Istana Amantubillah dibantu petugas Polres Mempawah dan Polisi Pamong Praja, terlihat mengamankan lokasi agar prosesi ziarah berjalan tertib dan lancar.

Selesai membaca Surah Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di Makam Opu Daeng Menambon oleh para peziarah baik dari pihak istana maupun wakil bupati, forkopimda, beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, serta masyarakat.

Muhammad Pagi mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan rangkaian dari peringatan Robo-Robo yang dilaksanakan setiap tahunnya sebagai napak tilas menyambut kedatangan Raja Mempawah, Opu Daeng Menambon yang berasal dari Kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan. 

Opu tiba dari Kerajaan Matan (sekarang, Kabupaten Ketapang) melalui muara Sungai Kuala Mempawah.

“Ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon ini kita laksanakan sehari sebelum puncak peringatan Robo’-Robo’ yang dilaksanakan Rabu terakhir di bulan Safar. Adapun tujuan dari ziarah yang kita lakukan ini adalah mendoakan sekaligus mengenang jasa-jasa pemimpin daerah kita terdahulu,” ujarnya.

Meski Opu Daeng Menambon sudah meninggal dunia, lanjut Muhammad Pagi, tetapi jasanya yang besar bagi daerah dan masyarakat tetap terus dikenang dan menjadi contoh pemimpin di masa sekarang. 

“Kita harus bisa meniru sosok seperti Opu Daeng Menambon. Beliau adalah orang pilihan. Tak hanya diingat semasa hidup, sampai akhir hayatnya tetap dikenang masyarakat,” ucapnya.

Makna yang lain yang didapat dari rangkaian Robo’-Robo’ ini, dikatakan Muhammad Pagi, adalah wujud pelestarian budaya supaya tidak hilang ditelan zaman. 

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan Makam Opu Daeng Menambon.

Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Istana Amantubillah Mempawah selalu bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan daerah. 

“Kami akan selalu memberikan perhatian terhadap kawasan Komplek Makam Opu Daeng Menambon agar menjadi tempat wisata religi yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Mempawah dan daerah lainnya,” katanya.

Panembahan Mempawah, Mardan Adijaya, mengatakan makna dari ziarah ini untuk mengenang keberadaan mereka yang mendirikan Mempawah. 

Ziarah ini, imbuh dia, juga membawa arti bahwa seluruh elemen masyarakat disini harus meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan para pendiri daerah ini. 

“Sebagai generasi penerus, jika ingin maju kita jangan pernah lupakan sejarah,” ujar dia.

Di hadapan Muhammad Pagi dan Forkopimda, Mardan mengungkapkan bahwa hutan di belakang Istana Amantubillah akan ditetapkan sebagai hutan adat. 

Ia juga mempersilahkan pemerintah daerah membuat program pembangunan homestay bagi wisatawan dan peneliti yang akan berkunjung nantinya. 

Penulis : Dian Sastra



Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini