Robo’-Robo’, Kasdim Apreasiasi Gagasan Pulau Pedalaman Jadi Hutan Adat

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Ritual pelepasan puake atau hewan yang terdiri atas burung, musang, kukang dan kura-kura di Istana Amantubillah Mempawah sebagai bagian dari even budaya Robo'-Robo'.

Mempawah
(Suara Kalbar) - Gasasan Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, untuk menjadikan Pulau Pedalaman menjadi kawasan hutan adat dan hutan lindung, direspon positif banyak pihak.

 

Kasdim 1201/MPh, Mayor Inf Andreas, mengatakan, dirinya mengapresiasi gagasan Mardan Adijaya tersebut sebagai upaya futuristik untuk melestarikan alam, khususnya di Kecamatan Mempawah Timur.

 

Hal tersebut disampaikan Andreas usai menghadiri acara Pelepasan Puake di Istana Amantubillah Mempawah, Kelurahan Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Senin (12/10/2020) pagi.

 

“Saya mendukung dan setuju dengan gagasan Raja Mardan Adijaya yang akan menjadikan Pulau Pedalaman sebagai kawasan hutan adat dan hutan lindung. Jika terwujud, ini bisa jadi penelitian flora dan fauna,” tegas Andreas.

 

Tak hanya itu, tambahnya, kawasan hutan adat akan bisa dijadikan wahana pariwisata dan cagar budaya alam. Hal ini akan memperkaya keragaman ekosistem dan hutan. Apalagi Kalimantan adalah paru-paru dunia.

 

"Ide raja ini luar biasa menurut saya. Akan disiapkan lahan khusus di kawasan Pulau Pedalaman dan dikembangkan bertahap untuk menjadi hutan adat. Kami di Kodim 1201/Mph tentu akan memberikan dukungan,” ujarnya.

 

Terkait pelaksanaan Robo’-Robo’ di tengah pandemi Covid-19, Andreas lantas mengajak agar seluruh masyarakat untuk ikut andil dan memberikan dukungan, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

 

“Mari kita sukseskan Robo’-Robo’ sebagai ritual even budaya wisata yang harus dilestarikan. Apalagi Robo’-Robo’ telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tutupnya.

 

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini