Presiden Trump dan Melania Positif Covid-19

Publisher

Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump saat kembali ke Gedung Putih, 11 September 2020. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya dan Ibu Negara, Melania Trump, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Presiden Trump mencuit di akun Twitternya pada pukul 00.54 Waktu Amerika bagian Timur (Eastern Daylight Time), Jumat (2/10): “Malam ini, @FLOTUS dan saya terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19. Kami segera memulai karantina dan proses pemulihan. Kami akan melalui ini BERSAMA,” cuit Trump.

Sebelas menit kemudian, Gedung Putih merilis memo dari dokter kepresidenan, Dr. Sean Conley, yang mengkonfirmasi hasil tes positif untuk pasangan Trump.

“Presiden dan Ibu Negara dalam keadaan baik saat ini, dan mereka berencana untuk tinggal di rumah di dalam lingkungan Gedung Putih selama masa pemulihan,” ujar Conley.

Dokter berusia 74 tahun itu menambahkan bahwa dia memperkirakan Trump “masih bisa menjalankan tugas-tugasnya tanpa gangguan sambil pemulihan, dan saya akan terus memberikan informasi mengenai perkembangan lebih lanjut.”

Melania Trump mencuit pada pukul 01.27 dini hari waktu setempat: “Seperti yang telah dilakukan oleh banyak warga Amerika tahun ini, @potus & Saya akan menjalani karantina mandiri di rumah setelah dinyatakan positif Covid-19. Kami merasa baik & Saya telah menunda beberapa acara mendatang. Tolong pastikan anda aman & kita akan melalui ini bersama-sama.”

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, semua acara-acara politik Trump dalam waktu dekat diperintahkan untuk segera dibatalkan.

Berita itu sontak mengakibatkan bursa saham Amerika Serikat anjlok dan berpotensi membuat kampanye Trump mandek. Hal itu terjadi tak sampai sebulan sebelum pemilihan presiden melawan mantan wakil presiden Joe Biden, yang sejauh ini memimpin jajak pendapat nasional.

Trump membenarkan kepada stasiun televisi Fox News Channel melalui wawancara via telepon, Kamis (1/10), bahwa dia dan Ibu Negara telah menjalani tes, setelah salah satu pembantu dekatnya, Hope Hicks, dinyatakan positif terinfeksi. Trump selama berbulan-bulan meremehkan seriusnya wabah virus corona.

Hicks, penasihat Presiden, mendampingi Trump ke Pennsylvania untuk sebuah kampanye pada Sabtu (26/9). Rombongan kemudian lanjut terbang ke Cleveland untuk debat calon presiden pada Selasa (29/9) Dan ke Minnesota untuk sejumlah kegiatan kampanye pada hari berikutnya.

Menurut para pejabat, Hicks mulai menunjukkan gejala pada gelaran kampanye politik pada Rabu (30/9) petang di Duluth, Minnesota dan dinyatakan positif pada Kamis (1/10) pagi. Para pejabat itu berbicara dengan syarat tidak diungkap nama mereka.

Namun, Trump pada Kamis (1/10) bersama beberapa pejabat tinggi terbang ke New Jersey untuk acara penggalangan dana politik. Dalam acara itu, dia kontak dekat dengan puluhan orang lainnya.

Dalam wawancara melalui telepon dengan Sean Hannity, pembawa acara Fox News, Presiden Trump menduga Hicks mungkin tertular virus itu dari beberapa anggota militer atau penegak hukum.

“Sangat, sangat sulit bila Anda bersama orang-orang dari militer, atau dari penegak hukum dan mereka menghampiri Anda, dan mereka ingin memeluk Anda, dan mereka ingin mencium Anda karena kami melakukan pekerjaan dengan baik untuk mereka,” kata Trump.

“Anda berdekatan dan banyak hal terjadi. Saya terkejut mendengar apa yang terjadi kepada Hope, tetapi dia orang yang sangat hangat kepada mereka. Dia tahu risikonya, tetapi dia masih muda.”

Presiden, meski demikian, sudah menginjak dasawarsa kedelapan dalam hidupnya. Artinya, dia termasuk kategori orang-orang berisiko tinggi tertular virus corona. Namun, dia diyakini dalam kondisi kesehatan yang baik.

Hampir 7,3 juta orang di Amerika Serikat telah terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 200 ribu orang meninggal. Ini adalah angka kematian yang paling banyak dilaporkan dibanding negara manapun.

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini