Awali Penerapan Prokes dari Lingkungan Keluarga

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Penerapan Protokol Kesehatan dilingkungan Masyarakat

Sekadau
(Suara Kalbar) - Penerapan Protokol Kesehatan dimulai dari lingkungan keluarga diera Adaptasi Kehidupan Baru pencegahan Covid-19 sangat penting. Hal ini menurutnya penting agar keluarga dan orang-orang terdekat terhindar dari bahaya Virus menular yang saat ini terus menjadi ancaman warga di seluruh dunia.

                   

Siti Nur Aisyah, seorang ibu Rumah Tangga di Sekadau mengatakan keluarga adalah bagian terkecil dari struktur organisasi di masyarakat yang memiliki peran dalam membentuk sifat dan karakter seseorang. Maka dengan sangat pentingnya peran lingkungan keluarga ini sangat mendukung kebijakan pemerintah menerapkan Adaptasi Kehidupan Baru dalam pencegahan Covid-19.

 

"Saya di Rumah sering mengajarkan kepada keluarga, terutama anak dan adik saya untuk disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, bahkan saya sangat mewajibkan mereka. Hal-hal yang sederhana saja, misalnya sebelum pergi dan sesudah pergi dari pasar atau aktivitas diluar Rumah untuk cuci tangan, selalu memakai masker dan jangan terlalu lama dipasar atau tempat ramai karena potensi terjadi kerumunan," ujarnya.

 

Sementara itu, tempat tinggal atau Rumah yang didiami harus dipastikan memiliki ventilasi udara yang baik dan rutin didesinfeksi secara berkala, khususnya di benda-benda yang sering disentuh. Selain itu, Rumah juga harus disiapkan tempat cuci tangan dan Hand Sanitizer bagi tamu-tamu yang datang.

 

Dalam keluarga, ia juga menerapkan pola hidup sehat dengan sering mengkonsumsi sayur dan serta menghindari makanan siap saji dan rajin berolahraga.

 

"Kadang kan kita tidak tau ya, baik diundang atau tidak ada saja orang datang ke Rumah, maka harus disiapkan tempat cuci tangan dan  Hand Sanitizer, untuk jaga-jaga saja, jangan lupa olahraga minimal 1 minggu 2 kali," sebutnya.

 

Aisyah saat ini bekerja sebagai seorang guru disalah satu Sekolah Swasta di Kecamatan Sekadau Hilir dan memiliki 1 orang anak berumur 9 tahun yang duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah.

 

Ia mengajak masyarakat terutama kepada ibu-ibu untuk terus menyosialisasikan dan mengajarkan anggota keluarganya menerapkan 3 M yaitu selalu cuci tangan, memakai masker jika keluar rumah, tidak berkerumun dan tidak banyak ke luar rumah.

 

Menurutnya penguatan keluarga sebagai fungsi perlindungan, fungsi sosial dan pendidikan harus terus ditingkatkan dalam upaya menekan dampak pandemi Covid-19 dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menghimbau jika ada anggota keluarga yang sakit seperti pilek untuk segera berobat sebagai langkah cepat pencegahan dini dari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

Penulis : Tambong Sudiyono/adv

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini