Pecahkan Rekor MURI, Layang-layang Batik Berlenggok di Angkasa Mempawah

Editor : Suhendra Yusri


Tim P3MD Mempawah berfoto bersama sebelum aksi penerbangan layang-layang batik (Gelatik) di Pelabuhan Kuala Mempawah, Selasa (6/10/2020). 

Mempawah (Suara Kalbar)- Tim Pendamping Desa dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Mempawah menerbangkan puluhan layang-layang batik di Pelabuhan Kuala Mempawah, Selasa (6/10/2020) pukul 14.30 WIB.

Berlenggak-lenggoknya layang-layang yang unik bermotif batik di angkasa Kota Mempawah, kontan menarik perhatian masyarakat Kelurahan Pasir Wan Salim, Mempawah Timur, dan Desa Kuala Secapah, Mempawah Hilir. 

Hanise, Pendamping Desa Kecamatan Mempawah Timur, menjelaskan, kegiatan Gebyar Layang-layang Batik (Gelatik) ini dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Batik Nasional 2020, dengan tema “Dari Pendamping Desa untuk Batik Indonesia”.

“Kegiatan ini digelar serentak oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk memecahkan rekor MURI DUNIA INDONESIA menerbangkan layang-layang di tempat terbanyak se Indonesia,” jelas Hanise. 

Sedangkan koordinator pelaksanaan Gelatik ini adalah Akin Firmansyah, yang juga Koordinator Tenaga Ahli Tim P3MD Mempawah. Akin tampak didampingi Junaidi, Falmuriati dan Alfi Syahar Purnama. 

Turut hadir pula, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas SPPPAPMPD Mempawah, Agus Maulani dan Koordinator Tenaga Ahli P3MD Kalimantan Barat, Andi Hamzah, serta Endrico Butar-butar dan Subro. 

“Karena situasi nasional masih dalam pandemi Covid-19, maka kegiatan Gelatik ini dilaksanakan secara daring dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi kami yang menerbangkan layang-layang di Pelabuhan Kuala,” jelas Hanise seraya tersenyum. 

Ia menambahkan, sesuai dengan tujuan dari kementerian, aksi penerbangan layang-layang batik ini diharapkan dapat memberikan efek kejutan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Mempawah. 

Dan pihaknya bangga, Tim Pendamping Desa P3MD Kabupaten Mempawah bisa ambil bagian dalam upaya Kementerian Desa-PDTT untuk memecahkan rekor MURI DUNIA INDONESIA.

“Dengan demikian, ini adalah momentum baru untuk mengingatkan masyarakat, bahwa batik yang merupakan warisan nenek moyang kita, selalu eksis di bumi Nusantara,” imbuh Hanise. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini