Masyarakat Terdampak Terminal Kijing Dibekali Keterampilan Kewirausahaan

Editor : Suhendra Yusri
Bupati Mempawah, Erlina, saat meninjau peserta pelatihan vokasi IPC Pelindo II bagi masyarakat lima desa terdampak pembangunan Terminal Kijing, Rabu (21/10/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)-Bupati Mempawah, Erlina, membuka secara resmi grand launching program pendampingan implementasi penanganan sosial kemasyarakatan Proyek Pembangunan Terminal Kijing di Mempawah Convention Center (MCC), Rabu (21/10/2020) pagi. 

Kegiatan ini merupakan program IPC Pelindo II untuk memberikan pembekalan bagi masyarakat terdampak pembangunan Terminal Kijing, yakni di Desa Sungai Kunyit Laut, Sungai Bundung Laut, Sungai Limau, Sungai Duri II dan Desa Sungai Kunyit Dalam. 

Selain Bupati Mempawah, turut hadir jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Muhammad Pagi, Sekretaris Daerah, Ismail, pimpinan OPD, Forkopimca Sungai Kunyit dan lima kepala desa terdampak Terminal Kijing, serta pimpinan IPC Pelindo II dan pelaksana teknis pembekalan, PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia. 

Pemerintah Kabupaten Mempawah, kata Erlina, sangat mengapresiasi upaya IPC Pelindo II dan PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia yang menggelar program pendampingan ini, sebagai upaya mengembangkan pendekatan sosial holistik untuk menjawab berbagai isu yang muncul dari proses pembangunan Terminal Kijing. 

“Isu strategis yang sejak awal menjadi perhatian kita bersama adalah hilangnya mata pencaharian nelayan dan keluarga, hilangnya area tangkap ikan dan penyerapan tenaga kerja harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya. 

Antisipasi tersebut, menurut Erlina, dapat dilakukan dengan cara pendekatan penyelesaian, seperti social investment program dan program ketenagakerjaan. 

Bupati Mempawah, Erlina lantas menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada IPC Pelindo II yang telah menunjukkan hasil positif dalam proses pendekatan penanganan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Sungai Kunyit. 

Misalnya, pembentukan Forum Desa, Rumah Berdaya Kijing, serta Rencara Pembentukan Forum Multi Stakerholder Tingkat Kabupaten Mempawah. 

“Dan hari ini, kembali diluncurkan kegiatan pelatihan vokasi keterampilan komputer bagi masyarakat yang mewakili lima desa terdampak pembangunan Terminal Kijing. Saya nilai, ini adalah bentuk keseriusan IPC Pelindo II untuk memberdayakan masayarakat setempat,” tegasnya. 

Erlina berharap, di masa mendatang, bentuk-bentuk pelatihan vokasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat lima desa terdampak untuk meningkatkan keterampilan. 

“Dengan demikian, masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit tidak akan menjadi penonton, melainkan terlibat aktif memanfaatkan peluang kewirausahaan dan penyerapan tenaga kerja dengan hadirnya Terminal Kijing,” tutup Erlina. 

Sementara itu, Nurjadin Surur, Direktur PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, kepada awak media menjelaskan, dalam kegiatan ini pihaknya memfokuskan lima pelatihan vokasi bagi masyarakat terdampak Terminal Kijing. 

“Ide vokasi ini justru dari masyarakat itu sendiri. Kami tinggal membantu mengoptimalkan penguasaan keterampilan terapan agar nantinya dapat dimanfaatkan saat Terminal Kijing beroperasi,” jelasnya.  

Vokasi adalah pendidikan yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu agar masyarakat lima desa yang terdampak memiliki keterampilan kewirausahaan. 

Jadi khusus untuk masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit, yang akan diberikan vokasi adalah pelatihan komputer, kuliner aneka jenis kue, kuliner makanan olahan, sablon dan menjahit. 

“Setiap pelatihan diikuti oleh 100 peserta dari lima desa yang terdampak. Masih banyak lagi pelatihan lain yang tengah digodok di Forum Desa. Dan kami siap memfasilitasi,” tutupnya. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini