Lima Poin Fokus Bawaslu dalam Pengawasan Pilkada, Termasuk Patuhi Prokes Covid-19

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Deklarasi khususnya dengan tokoh adat sebagai mitra Bawaslu, dilaksanakan oleh Panwaslu Kecamatan

Kapuas Hulu
(Suara Kalbar) - Salah satu langkah atau terobosan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dalam rangka melakukan pencegahan berbagai macam bentuk pelanggaran pada Pilkada tahun 2020, adalah bermitra dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.


Deklarasi khususnya dengan tokoh adat sebagai mitra Bawaslu, dilaksanakan oleh Panwaslu Kecamatan, tak terkecuali di Kecamatan Silat Hilir. Dimana deklarasi tersebut berlangsung meriah dan penuh kehangatan.


Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu Musta'an, yang membuka langsung acara tersebut menyampaikan lima hal yang menjadi fokus pengawasan dari para Pengawas Pemilu pada Tahun 2020, yaitu pencegahan money politik, cegah politisasi SARA, pemilih yang diwakilkan, netralitas ASN, Kepala Desa serta perangkat desa dan mematuhi protokol Covid-19.


Hal itu dinilai sangat penting untuk diawasi bersama, mengingat saat ini Kabupaten Kapuas Hulu sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada 9 Desember 2020 mendatang.


"Tokoh adat merupakan satu kesatuan dalam pengawasan dan tidak terpisahkan dalam membantu menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas khususnya di Kecamatan Silat Hilir," ujar Musta'an.


Sementara itu, Camat Silat Hilir, Munajib, menegaskan, pengawasan, sosialisasi dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab Pengawas Pemilu, melainkan juga merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat Silat Hilir. 


Penulis : Noto/adv

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini