Korban Serangan Senjata Kimia di Suriah Mencari Keadilan di Jerman

Publisher

Seorang perempuan dengan bernapas dibantu masker oksigen setelah dugaaan serangan senjata kimia di Kota Khan Sheikhoun, di utara Provinsi Idlib, Suriah, 5 April 2017. (foto: VOA)

Suara Kalbar - Para pengacara hak-hak asasi manusia (HAM) mengajukan pengaduan di Jerman untuk meminta pihak berwenang menyelidiki tuduhan penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pasukan pemerintah yang menewaskan ratusan warga sipil.

Setidaknya 1.400 orang tewas dalam serangan gas sarin di Ghouta pada 2013 dan empat tahun kemudian di Khan Sheikhoun. Kini para pengacara yakin mereka telah mengumpulkan cukup bukti untuk menuntut pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Bukti itu termasuk laporan dari mereka yang selamat dari dua serangan dan kesaksian para pembelot yang mengetahui program senjata kimia rezim Suriah itu atau rencana serangan tersebut.

Meskipun pemerintah Suriah menyangkal penggunaan senjata kimia terhadap warga sipilnya sendiri, Steve Kostas, pengacara Open Society Foundation's Justice, mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa ia optimis ini "langkah besar dalam proses jangka panjang untuk menjamin diadakannya persidangan terhadap para pejabat Suriah."

Tiga kelompok HAM yang mengajukan pengaduan itu adalah Open Society Justice Initiative yang berkantor di New York, Pusat Media dan Kebebasan Berekspresi Suriah, dan kelompok Arsip Suriah. Ketiganya mengandalkan hukum "yurisdiksi universal" Jerman, yang memungkinkanya menuntut orang atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di mana pun di dunia. 

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini