KJRI Kuching Bebaskan Sukardin WNI Asal Bima dari Ancaman Hukuman Mati

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Sukardin, WNI asal Bima yang terlepas dari jeratan hukuman mati

Entikong
(Suara Kalbar)- Konsulat Jenderal RI di Kuching (Sarawak) memulangkan seorang WNI asal Bima yang terancam hukuman mati di Sarawak. 

“Sukardin Said warga Bima yang dipulangkan ini adalah terpidana hukuman mati kasus pembunuhan yang dilakukanya tahun 2010 silam,” ungkap Yonny Tri Prayitno, Senin (26/10/2020) di Entikong. 

Dijelaskan Yonny, Sukardin Said ini mengalami gangguan jiwa sehingga pikiranya tidak normal. Dampak dari gangguan jiwa itu sampai terjadi penganiyaan terhadap empat wni dimana dua laki-laki dan dua wanita salah satu diantaranya meninggal dunia disalah satu perkebunan sawit di Sarawak. 

Selama ditangkap 2010 lalu Sukardin dibawa ke hospital Sentosa khusus bagi gangguan jiwa di Sarawak.


“Proses pendampingan hukum dan permohonan kepada pemerintah malaysia terkait ancaman hukum mati itu cukup panjang. akhirnya pada 8 september lalu permohonan dikabulkan karena yang bersangkutan gangguan jiwa," ungkap Yonny Tri Prayitno.


Dia mengakui, kasus berat baik itu pembunuhan dan narkoba kerap melibatkan WNI di Sarawak. Sampai saat ini masih ada 12 kasus persidangan yang sedang berjalan dan ada lima yang sudah inkracht dan divonis hukuman mati dan menunggu pengampunan. 


Dijelaskannya sebanyak 23 orang yang berhasil dibebaskan dari hukuman mati di Sarawak dengan berbagai kasus berat. 

“Sukardin Bin Said dipulangkan dengan pendampingan dari KJRI Kuching untuk diserahkan kepada BP2MI Entikong,” ucap Yonny. 

Sementara itu, Kepala UPt BP2MI Pontianak, Erwin Rachmat membenarkan ada penyerahan warga Bima yang bebas dari ancaman hukuman mati di Sarawak karena terkait kasus pembunuhan. 

“Tadi ada penyerahan lima wni repatriasi dan satu wni asal bima yang dibebaskan dari ancaman hukuman mati. Proses pemulangan akan dilakukan BP2MI bersama dinsos, sekarang masih dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatannya oleh KKP Entikong,“ jelas Erwin. 

Dia mengakui, selama ini memang kerap WNI yang terlibat berbagai kasus tindak pidana di Sarawak, namun pihak KJRI juga berperan aktif memberikan perlindungan hukum serta pendampingan hukum selama proses persidangan berlangsung bahkan mengajukan permohonan seperti yang dilakukan kepada Sukardin said yang terancam hukuman mati di Sarawak. 


Penulis : Agus Alfian

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini