Ketua Peradi Singkawang Minta Penanganan Covid-19 Ditingkatkan Lagi

Editor : Suhendra Yusri
Ketua Peradi Singkawang, Jamaan Elvi Eluwis, SH,MH

Singkawang (Suara Kalbar)- Ketua Peradi Singkawang, Jamaan Elvi Eluwis meminta penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kota Singkawang harus lebih ditingkatkan lagi, lantaran saat ini Kota Singkawang masih di zona orange.

“Penanganan Covid-19 saya lihat datar-datar saja, tidak ada yang lebih istimewa. Saat ini indek kenaikan positif tinggi, walaupun kita lihat Singkawang sempat zona hijau, namun saat ini zona orange,” ujar Jamaan Elwi Eluwis, Kamis (8/10/2020) malam.

Dia menjelaskan, penerapan 3 M yang dicanangkan pemerintah itu tidak memadai, artinya banyak masyarakat yang mengabaikan hal tersebut.

“Artinya banyak masyarakat yang mengabaikan hal tersebut, di Singkawang ada Perwako untuk itu, kenyataan di lapangan untuk menerapkan aturan itu ada hambatan,” katanya.

Hambatan di lapangan yang dimaksud Jamaan yakni, ketika petugas Satgas Covid-19 termasuk Satpol PP ketika menerapkan Perwako ada masyarakat yang enggan menggunakan masker sehingga menjaga jarak menjadi prioritas utama.

“Cuci tangan juga jarang dilakukan masyarakat atau pengunjung dan tidak ditegur pemilik (usaha-red), tentu Satgas Covid harus sering menerapkan razia keliling, apalagi trend positif sangat tinggi,” jelas.

Jamaan berharap langkah-langkah yang dilakukan Satgas Covid-19 dapat ditingkatkan lagi untuk menekan trend positif Covid-19  yang tinggi dari zona orange menjadi zona hijau.

Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan Perwako Nomor 49 Tahun 2020, agar Singkawang bebas dari penyebaran Covid-19.

Tidak hanya penerapan protokol kesehatan yang disoroti Jamaan, penggunaan dan transparansi anggaran Covid-19 juga diharapkan dapat dimaksimalkan.

“Demikian juga penanganan Covid-19  tidak terlepas dari anggaran, dan meminta anggaran Covid-19 jangan sampai menjadi sia-sia serta harus transparan dan harus disampaikan ke publik, apalagi terkait dengan keterbukaan informasi saat ini sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik yang harus disampaikan secara gamblang agar masyarakat bisa tahu,” jelasnya.

 Penulis   : Tim Liputan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini