Ketua Pengurus YLKI Dukung Inovasi BPJS Kesehatan Saat Pandemi Covid-19

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Media Workshop BPJS Kesehatan secara Virtual

Jakarta
(Suara Kalbar) - Sejumlah inovasi BPJS Kesehatan di tengah pandemi, salah satunya penerapan pelayanan berbasis digital didukung Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Ia menilai terobosan ini mewujudkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pelayanan.

"Pasien jadi bisa melihat antrean, tindakan medis, hingga ketersediaan kamar yang dapat dilihat dari indeks kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014, angkanya 75 persen. Naik jadi 79,7 persen di tahun 2018, dan menanjak 85 persen di tahun 2019," ungkapnya dalam Media Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 yang berlangsung secara virtual, Jumat (23/10/2020).


Sementara indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang semula 65 persen (2014), menjadi 75,8 persen pada 2018, meningkat menjadi 80 persen pada 2019.

Sementara itu, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan selama pandemi terjadi tren peningkatan layanan daring. Sebelumnya, masih banyak warga yang datang ke kantor cabang untuk beragam keperluan. Kini, lebih banyak yang menggunakan Mobile JKN, Care Center, media sosial, atau ke Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) RS.


"Tidak perlu datang ke kantor jika bisa dilakukan dari rumah," katanya.


Dijelaskannya hingga saat ini pengguna Mobile JKN mencapai 10.299.968 peserta. Data menunjukkan sebagian dari mereka memanfaatkannya untuk perubahan FKTP sebanyak 1.745.436, perubahan alamat sebanyak 836.922, perubahan kelas 744.127, pendaftaran 508.186, permintaan informasi 214.543, dan pengaduan 34.879.


Sedang untuk Care Center, peserta memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi sebanyak 868.705, perubahan data 33.426, pengaduan 29.861, dan konsultasi kesehatan 1.261.


"BPJS Kesehatan juga menyediakan fasilitas chat asistant JKN (Chika) yang bisa dimanfaatkan peserta untuk mendapatkan informasi mulai dari status kepesertaan dan tagihan iuran peserta, manfaat dan prosedur layanan JKN-KIS, prosedur pendaftaran progam JKN-KIS, lokasi fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, lokasi kantor BPJS Kesehatan, informasi kesehatan, hingga layanan administrasi," paparnya.


Penulis : Tim Liputan/r

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini