Jepang Menentang Aksi yang Tingkatkan Ketegangan di Laut China Selatan dan Timur

Publisher

Yoshihide Suga berbicara selama konferensi pers menyusul pengukuhannya sebagai Perdana Menteri Jepang di Tokyo, Jepang 16 September 2020. (Foto: VOA)

Suara Landak - Perdana Menteri Yoshihide Suga, Rabu (21/10), mengatakan Jepang menentang tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan dan Timur. Ia juga menegaskankan, Tokyo tidak bermaksud membangun NATO versi Asia untuk mengendalikan suatu negara. Hal tersebut diungkapkan Suga saat mengakhiri lawatannya ke Indonesia.


Lawatan Suga selama empat hari ke Indonesia, dan sebelumnya Vietnam, adalah bagian dari usaha Jepang untuk memperkokoh hubungan dengan negara-negara yang menjadi sekutu kunci Tokyo di Asia Tenggara, di tengah-tengah kekhawatiran mengenai sikap China yang semakin agresif di kawasan itu.

Lawatan Suga ini menyusul pertemuan Quad di Tokyo bulan ini. Quad adalah kelompok informal yang terdiri dari India, Australia, Jepang dan AS. Washington memandang Quad sebagai benteng perlawanan terhadap pengaruh Tiongkok yang semakin berkembang di Asia.

"Dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, kami tidak mengincar suatu negara. Kita bisa bekerjasama dengan negara manapun yang mempunyai pandangan serupa,” kata Suga pada sebuah konferensi pers di Jakarta. “Kita tidak berpikir untuk membentuk NATO versi Indo-Pasifik.”

Beberapa negara ASEAN menghadapi sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan namun tidak ingin mengasingkan China mengingat Beijing adalah mitra ekonomi utama kelompok itu. Mereka juga tidak ingin terjebak dalam sengketa sengit antara Washington dan Beijing.

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini