Aksi Lempar Botol Saat Demo Tolak Omnibus Law Disesali Banyak Pihak

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
s


Pontianak
(Suara Kalbar) - Demo tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Kalbar mendadak ricuh. Belum sempat para wakil rakyat memberikan penjelasan, pendemo mendadak melakukan aksi tak terpuji dengan melempar botol. Saat perwakilan dari mahasiswa menemui para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalbar, para mahasiswa meminta mereka untuk bisa turun dan berbicara langsung ditengah pendemo, Kamis (8/10/2020) pagi.

“Kami minta semua anggota dewan ini untuk temui mahasiswa yang dibawah,” ucap salah satu perwakilan mahasiswa.

Para perwakilan mahasiswa sepakat untuk tidak berdiskusi didalam ruangan bersama anggota DPRD.

Angelina Fremalco saat bersama anggota DPRD Kalbar lainnya saat memantau demo 

“Kami tidak mau masuk kedalam. Kami mau pimpinan semua turun kebawah karena kasian yang dibawah,” pintanya.

Namun ketika para anggota Dewan ingin menemui para pendemo, mereka lantas ricuh dan berteriak.

Salah satu anggota DPRD Kalbar Angeline Fremalco yang juga Ketua Komisi Komisi I DPRD Kalbar bersama anggota lainnya bergerak turun, terlihat botol minuman dilempar dan hampir mengenai para anggota DPRD termasuk wanita cantik adik kandung Bupati Landak Karolin Margret Natasa itu.

Alhasil Angeline Fremalco bersama anggota DPRD lainnya langsung diamankan dari lokasi dan dibawa naik demi keamananan.

"Tadi itu keadaan sangat kacau, beberapa terlihat melempar botol dan saya langsung ditarik Polwan tapi saya tidak kena," kata Angel kepada suarakalbar.co.id.

Dijelaskan Angel jika ia bersama anggota lainnya yang mengikuti perkembangan demo berada diposisi tangga dan belum akan berbicara menanggapi para pendemo.

"Saya belum ada bicara malahan, tetapi karena keadaan sudah crowdead jadi kami diamankan pihak Kepolisian," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu pendemo mengaku menyayangkan hal itu.

"Harusnya tidak pakai lempar-lempar apalagi saat anggota dewan ingin bicara," katanya menyayangkan hal tersebut.

Pendemo lainnya saat dikonfirmasi suarakalbar-pun mengaku menyayangkan hal tersebut.

"Ndak tau dimulai dari mana, tapi saat satu botol melayang yang lainnyapun ikut," jelasnya.

Hingga kini pendemo masih terus berosasi dengan yel-yel menolak Omnibus Law.


Penulis : Yapi Ramadhan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini