Guru Al-Mukhlisin Terkonfirmasi, Bukan Ustadz yang Menetap bersama Santri di Pondok

Editor : Suhendra Yusri
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Desa Antibar, Mulyadi Afwani

Mempawah (Suara Kalbar)- Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Al-Mukhlisin, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Mulyadi Afwani, mengungkapkan, dua guru yang terkonfirmasi positf adalah guru umum dan tidak mondok bersama santri. 

“Keduanya kami sebut Guru PP atau guru umum yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA). Keduanya juga tidak mondok bersama santri di Pontren Al-Mukhlisin, melainkan tinggal di kediaman masing-masing,” ujar Mulyadi kepada suarakalbar.co.id, Jumat (2/10/2020). 

Dengan demikian, masyarakat atau wali santri tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi kesehatan para santri yang mondok di Pontren Al-Mukhlisin. 

“Sebab saat Covid-19 mulai mewabah, kami telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apalagi pondok kami termasuk Pondok Pesantren Tangguh Covid-19 yang telah ditinjau bapak Wakapolda Kalbar,” tegas Mulyadi lagi. 

Selaku pimpinan pondok pesantren, tambah dia, pihaknya baru mendapat kabar resmi dari pihak Puskesmas Mempawah Timur pada hari Rabu, 29 September 2020, terkait dua orang guru umum telah terkonfirmasi positif. 

Selama ini, pihak Pontren Al-Mukhlisin hanya mendengar kabar burung atau isu bahwa ada dua guru PP yang telah terkonfirmasi positif. 

“Setelah itu, baru kami mendapat kepastian dari Dinas Kesehatan melalui Whatsapp bahwa guru yang bersangkutan terkonfirmasi positif,” papar Mulyadi.

Pun demikian, Mulyadi selaku pimpinan pondok pesantren bertindak cepat. Dirinya bersama Ketua Yayasan Al-Mukhlisin, Ustadz Dzillil Iman, Kepala MTs, Ustadz Muzayyin dan bendahara pondok, Ustadz Muh Ma’ruf, mengambil inisiatif untuk mengisolasi kedua guru tersebut di rumah masing-masing

Waktu mengajar kedua guru umum atau guru PP ini, ternyata juga tidak setiap hari. Yang pertama, adalah guru bidang ekstrakurikuler cabang Tilawatil Quran. Guru ini bertatus mahasiswa di Mempawah dan mengajar hanya dua kali dalam seminggu. 

“Dan guru yang kedua, hanya mengajar beberapa kelas dan juga tidak tiap hari, dengan waktu mengajar terjadwal. Dengan demikian, sangat minim terkontak langsung dengan santri sebelum diumumkan terkonfirmasi positif,” jelas Mulyadi. 

Selama masa isolasi di rumah masing-masing itu, pihak Pontren Al-Mukhlisin telah melayani kedua guru ini secara maksimal, tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

“Alhamdulillah, yang bersangkutan kami berikan vitamin, buang-buahan, madu, makanan bergizi dan suplemen makanan lain agar imunitas keduanya terus meningkat dan cepat diberikan kesembuhan,” ujar dia. 

Karenanya, Mulyadi menegaskan, baik masyarakat dan wali santri tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi pimpinan, pengasuh, guru hingga santri yang mondok di Pontren Al-Mukhlisin. 

“Insya Allah, kami terus mendukung aturan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara menerapkan secara disiplin protokol kesehatan di lingkungan pondok kami,” pungkasnya. 


Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini