Gubernur Kalbar Akui Dirinya Sempat Terpapar Covid-19 2 Kali

Editor : Dina Prihatini Wardoyo


Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji 

Pontianak
(Suara Kalbar) - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan dirinya sempat terpapar Covid-19 sebanyak dua kali meskipun copies virus didalam tubuhnya rendah.


Sutarmidji mengungkapkan dirinya pernah terpapar virus Covid-19 sebanyak dua kali. Adapun yang ia lakukan agar bisa sembuh yakni salah satunya dengan cara tradisional.


“Saye dua kali terpapar tapi saye terapi dengan cara-cara tradisional salah satunya menghirup uap air panas yang sudah dicampur tiga tetes minyak kayu putih,” bebernya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Gubernur, Selasa (27/10/2020).


Selain itu, dirinya juga mengkonsumsi buah-buahan serta tips lain agar dirinya bisa cepat dinyatakan negatit Covid-19.


“Saye makan buah,saye berjemur ,kemudian kalau obat nggak ada obat yang spesifik selain istirahat yang cukup. Kadang biasa saya tidur diatas jam 12 ini saya jam setengah 11 sudah matikan hp,kalau sudah matikan hp berarti saya sudah tidur,” jelasnya.


Saat terpapar, Sutarmidji melakukan tiga sampai empat hari isolasi yang kemudian saat dilakukan pemeriksaan hasilnya sudah dinyatakan negatif Covid-19.


“Saye tige hari sampai empat hari sudah negatif. Sebenarnya saya harus isolasi 10 hari. Tapi saya nggak mau juga saya positif tapi masih berkeliaran sana sini kan membahayakan orang, saye isolasi. Nah begitu sudah negatif saya keluar.


Tapi saye tetap pakai sarung tangan,saye nggak mau banyak pertemuan dan interaksi dengan orang,cukup datang ke kantor tanda tangan dah balek,” terangnya.


Orang nomor satu di Kalbar ini menerangkan bahwa dirinya sejauh ini sudah melakukan Swab Test sebanyak 9 kali dengan hasil yang dinyatakan positif Covid-19 2 kali.


“Saye Swab sudah 9 kali. Satu kali nya nggak besar, virusnya sedikit 4,89 negatif kalau dibawah 5 negatif. Satunya juga diatas positif tapi kecil. Makanya kalau awal tahu mudah menanganinya. 6 sampai 7 copies virus itu mudah menanganinya. Tapi kalau sudah jutaan bahkan bisa milliyaran nah itu sulit,” bebernya.


Mantan Walikota Pontianak dua periode ini menuturkan ,dirinya akan secara rutin melakukan pemeriksaan Swab dikarenakan dirinya berinteraksi langsung dengan banyak orang. Walapun dirinya sudah sangat disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,bisa saja ia tertapapar Covid-19.


“Makanya saya harus Swab terus karena saya berinteraksi dengan siapepun,itu yang harus dilakukan. Walaupun saye sudah cukup disiplin pakai masker,pakai sarung tangan bisa saja lengah garuk mata,ngupil lupa bersihkan. Sudah cuci tangan tapi diujung-ujung jari kita nggak tahu. Tapi intinya kita bisa merasakan pada diri kita,kita bisa ngobatinya sendiri,” tukasnya.


Penulis : Yapi Ramadhan/adv

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini