Diwarnai Keharuan, 11 Pasutri Itsbat Nikah di Desa Bakau Besar Darat

Editor : Suhendra Yusri

 

enyerahan Buku Nikah, NIK, KK dan Bukti Putusan Itsbat Nikah kepada perwakilan pasutri di Desa Sungai Bakau Besar Darat, Jumat (23/10/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)-Tim Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Mempawah menyelenggarakan Itsbat Nikah bagi 11 pasangan suami istri (pasutri) di Desa Sungai Bakau Besar Darat (SBBD), Jumat (23/10/2020). 

Saat melaksanakan Itsbat Nikah, Pekka menjalin kerja bekerja sama dengan Pengadilan Agama Mempawah, Kantor Kementerian Agama Mempawah, KUA Sungai Pinyuh dan Dinas Dukcapil Kabupaten Mempawah. 

Penyuluh Fungsional Madya Kantor Kemenag Mempawah, Syahrudin, mengungkapkan, saat pelaksanaan Itsbat Nikah dengan mematuhi protokol kesehatan di Balai Desa Sungai Bakau Besar Darat itu, turut dihadiri Ketua Pengadilan Agama, Mahdi, Kepala Dinas Dukcapil, Abdul Malik, serta pejabat Kemenag dan KUA Sungai Pinyuh. 

Syahrudin menambahkan, tak sekedar Itsbat Nikah, ke-11 pasutri yang telah dinyatakan resmi sebagai pasangan suami istri, juga diberikan Buku Nikah, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), serta Bukti Putusan Itsbat Nikah. 

Sontak, begitu ke-11 pasutri ini dinyatakan sah sebagai suami istri, tangis haru pun meledak. Suasana keharuan sempat berlangsung beberapa saat, yang dikemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lainnya. 

“Pelaksanaan tIsbat Nikah sempat diwarnai dengan keharuan. Maklum kesemuanya telah bertahun-tahun menjadi suami istri karena menikah siri, namun tidak memiliki legalitas hukum negara,” ungkap Syahrudin tersenyum. 

Dalam kesempatan itu, Syahrudin mengucapkan selamat kepada para pasutri di Desa SBBD yang telah memiliki legalitas formal dalam pernikahan. 

Ia juga mengucapkan terima terima kasih kepada Pekka Mempawah, Pengadilan Agama, Dinas Dukcapil dan KUA Sungai Pinyuh yang telah menyukseskan kegiatan ini.  

Itsbat Nikah adalah cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami istri yang telah menikah secara sah menurut hukum agama (nikah siri) untuk mendapatkan pengakuan dari negara atas pernikahan yang telah dilangsungkan keduanya.

“Termasuk, bagi anak-anak yang lahir selama pernikahan, sehingga pernikahan tersebut berkekuatan hukum,” kata Syahrudin. 

Adapun yang berhak mengajukan permohonan istbat nikah ialah pihak suami atau istri, anak-anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan dengan perkawinan itu.

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini