Dinkes Provinsi Swab 18 Wartawan, Hasil Semuanya Dinyatakan Negatif Covid-19

Pontianak (Suara Kalbar) – Sebanyak 18 wartawan melakukan pemeriksaan Swab Test yang difasilitasi langsung oleh Pemprov melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Senin (28/9/2020).

Kepala Dinas Provinsi Kalbar , Harisson menyampaikan hasil dari pemeriksaan Swab yang diikuti wartawan semuanya negatif Covid-19.

“Alhamdulillah,untuk Swab awak media hasil semuanya negatif,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (4/10/2020).

Salah satu wartawan yang mengikuti Swab test yakni Tri Purnawari dari Kumparan menuturkan dirinya mengikuti Swab dikarenakan mengantisipasi  diri walaupun tidak ada kontak dengan pasien positif.

“Kemarin ikut swab test tu kepingin jak, pengen liat gimane si keadaan tubuh kite. Sehat atau ndak, karne kan wartawan kerjaannye ketemu orang. Jadinye antisipasi juga, walau pun nd ad kontak dengan pasien positif,” ujar Tri saat dihubungi Suarakalbar.co.id .

Sembari menunggu hasil, Tri menghabiskan waktu dengan mengisolasi diri di rumah sambil melakukan aktivitas yang bermanfaat baginya.

“Nah swab test ndak sakit, tapi yang sakit nunggu hasil. Bikin tegang, rate-raya teman-teman wartawan stress nungguin hasil, karena kite isolasi kan, gelisah, ade yang ndak bise tidur. Tapi ye rase itu harus dilawan lah, dengan care ngalihkan pikiran misalnye olahraga, masak, lakuin hobi2, jadi lupa,” bebernya.

Tri mengaku lega ketika pengumuman hasil swab nya dinyatakan Covid-19. Dengan dikeluarkannya hasil tersebut,dirinya menjadikan patokan agar semakin berhati-hati dalam mengikuti kegiatan apapun.

Lain pula yang disampaikan oleh Anggita Putri selaku wartawan dari Tribun Pontianak, dirinya mengaku sebagai Jurnalis yang bertemu banyak narasumber memang perlu mengantisipasi diri dengan melakukan Swab Test.

“Alasan ikut swab karena memang pekerjaan menuntut harus bertemu banyak orang dalam artian mencari narasumber berita karena saya bekerja sebagai jurnalis. Ada beberapa hal kadang yang memang menuntut harus bertemu langsung dengan narsum,bahkan ada beberapa narsum sebelumnya sudah dinyatakan positif. Walaupun tidak melakukan kontak dekat tapi pernah berremu seminggu sebelum narsum tersebut dinyatakan positif. Jadi untuk memastikan saja kondisi kesehatan saat ini,” terangnya.

Selama karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil Swabnya keluar, Anggita mendapatkan banyak support dari rekan-rekannya yakni dengan mengirimkan kopi kepadanya.

“Hampir seminggu menunggu hasil Swab dan saya lakukan karantina diri di rumah dan tetap melakukan pekerjaan dari rumah dan bekerja menggunakan handphone untuk mencari berita. Biasanya pergi ngopi ,tetapi ketika karantina dapat kiriman dari teman-teman,” ucapnya haru.

Anggita mengucap syukur atas hasil Swab negatif Covid-19 yang didapatinya. Kedepannya dia akan selalu tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imun.