Diduga Hendak Ikut Aksi Demo,53 Pelajar dan Remaja Diamankan

Editor : Dina Prihatini Wardoyo


53 orang yang terdiri dari pelajar dan orang dewasa yang diduga akan melakukan aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berhasil diamankan oleh tim Polresta Kota Pontianak 


Pontianak (Suara Kalbar) - Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pelajar dan orang dewasa yang diduga akan melakukan aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berhasil diamankan oleh tim Polresta Kota Pontianak pada Jum’at (9/10/2020).

Kapolresta Kota Pontianak melalui Kabag Ops Polresta Kota Pontianak, AKP Rizal Ferdianto menuturkan , pihaknya sudah mengamankan beberap pelajar dan masyarakat yang dicurigai akan mengikuti aksi demo.

“Ini sudah kita amankan beberapa pelajar dan ada juga yang sudah dewasa terkait kemarin mereka berkumpul-kumpul dan kita curigai,” jelasnya kepada suarakalbar.co.id , Sabtu (10/10/2020).

Rizal menjelaskan, bagi pelajar yang diamankan orang tua nya wajib menghadap ke Polresta Kota Pontianak untuk membuat surat pernyataan.

“Tapi sudah kita amankan dan sekarang kita bina ,khususnya pelajar kita datangkan orang tua nya sambil membuat surat pernyataan bahwa kedepan tidak terulang kembali. Saat ini sementara orang tua sedang membuat surat pernyataan,setelah itu untuk adek-adek sudah bisa kita kembalikan kepada orang tuanya,” terangnya.

Dirinya membeberkan ,sebanyak 53 orang yang berhasil diamankan pihaknya berdasarkan patroli yang dilakukan kemarin setelah dilakukannya aksi unjuk rasa oleh mahasiswa di depan kantor Gubernur Kalbar.

“Kita amankan ada 53 orang. Untuk indikasi masih kita dalami ,yang jelas pada saat kemarin kita laksanakan patroli mereka berkumpul yang kita curigai dan berindikasi . Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan sementara kita amankan dulu dan sudah kita datakan mereka. Itu Kemarin pada saat selesainya mahasiswa melaksanakan kegiatan unjuk rasa damai setelah itu kita melaksanakan patroli untuk menjaga situasi kondusif di Pontianak,” ungkapnya.

Kemudian Rizal menghimbau kepada masyarakat khususnya pelajar untuk tidak mengindahkan ajakan untuk mengikuti demo,dikarenakan menurutnya pelajar harusnya belajar.

“Saya menghimbau kepada adek-adek khususnya pelajar yang masih duduk dibangku sekolah apabila ada seruan atau ada ajakan lebih baik tidak usah ikut karena tugas adek-adek adalah belajar dirumah meskipun belum ada tatap muka dan berlangsung secara online tetap tidak mengindahkan seruan tersebut karena bisa berakibat rugi untuk dirinya sendiri .

Untuk orang tua khususnya lebih ekstra lagi memperhatikan untuk pengawasan kepada anak-anaknya,” pintanya.

Kepada pelajar yang terjaring,pihak Polresta Kota Pontianak akan juga melaporkan ke pihak sekolah bahwasanya ada pelajar dari sekolah tersebut yang diamankan pihak Polresta Kota Pontianak.

“Kemudian juga kita catat dan akan kita laporkan ke sekolah masing-masing. Tidak ada hukuman hanya melaporkan bahwasanya misalnya si A kemarin kita amankan,” tukasnya.

Untuk ke 53 orang yang terjaring ini, empat orang diantaranya adalah perempuan.


Penulis : Yapi Ramadhan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini