Covid-19 di Kalbar Cenderung Meningkat, Sekolah Tatap Muka Diberhentikan Sementara

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Ilustrasi Belajar Online

Pontianak
(Suara Kalbar) - Cenderung naiknya angka penularan Covid-19 di Kalimantan Barat membuat sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka belum dapat dipastikan kapan akan dimulai kembali.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sugeng Hariadi menuturkan, dari tanggal 12 Oktober sampai saat ini pembelajaran tatap muka diseluruh Kalbar masih diberhentikan sementara.


“Karena trendnya penularan Covid-19 di Kalbar ini kan sangat tinggi dan cenderung meningkat dan bahkan minggu lalu itu 10 orange dan empat kuning. Jadi dalam rangka untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam belajar,bapak Gubernur selaku penanggung jawab Satgas Covid-19 di Kalbar memerintahkan pertanggal 12 Oktober tatap muka diseluruh Kalbar untuk diberhentikan sementarar,” bebernya saat ditemui wartawan, Sabtu (24/10/2020).


Dirinya mengatakan,jika kedepannya di Kalbar sudah terjadi penurunan angka keterjangkitan Covid-19, maka sekolah tatap muka akan dibuka kembali.


“Nanti apabila sudah menurun angka penularannya nanti kita akan buka kembali dan kita beritahu melalui surat resmi seperti yang kemarin,” terangnya.



Untuk saat ini,pihak sekolah semuanya menggunakan sistem daring atau luring sesuai situasi dan kondisi sekolahnya masing-masing.


Sesuai dengan SKB 4 Menteri,sekolah yang boleh melakukan belajar tatap muka hanya daerah yang berada di zona hijau atau kuning.


“Kita kan melakukan Swab terus jadi menumpuk hasil Swab itu. Jadi sesuai dengan SKB 4 Menteri yang boleh dibuka itu hijau dan kuning. Namun demikian juga ada istilahnya pertimbangan dan kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Kepala Daerah untuk bisa membaca situasi dan kondisi,” lanjutnya.


Sugeng menyampaikan,pada saat pembelajaran tatap muka yang berlangsung kemarin ,ada sekolah yang perizinan orang tuanya hanya 20%.


“Bahkan walaupun hijau dan kuning di Kota Pontianak ada juga  salah satu SMA dan SMK ada orang tuanya yang tidak mengizinkan anaknya tatap muka,hanya 20% yang diizinkan,” tuturnya.


Untuk di SMAN 1 Pontianak,SMAN 2 Pontianak,SMAN 3 Pontianak dan SMAN 4 Pontianak perizinan orang tua agar anaknya bisa melakukan pembelajaran tatap muka semuanya diatas 50%.


“Dari empat sekolah yang ada di Kota kemarin presentasenya itu 62% diizinkan di SMAN 1, kalau di SMAN 3 89% ,di SMAN 2 itu 72% dan SMAN 4 78% yang orang tuanya mengizinkan,” ungkapnya.


Penulis : Yapi Ramadhan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini