Bocah yang Tenggelam di Sungai Nanga Taman, Sekadau Ditemukan

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Bocah korban tenggelam di Sungai Sekadau di Kecamatan Nanga Taman ditemukan

Sekadau
(Suara Kalbar) - Muhammad Sajid Mustafa (5) bocah korban tenggelam di Sungai Sekadau di Kecamatan Nanga Taman ditemukan Minggu (19/10/2020)  malam sekitar pukul 22.20 Wib.


Setelah tiga hari pencarian korban oleh tim gabungan Polsek, Koramil,Basarnas Kabupaten Sintang , BPBD dan warga, korban ditemukan di Teluk Batu Monang Desa Nanga Taman. 


Di bawah pimpinan Kapolsek Nanga Taman Ipda Triyono, Tim gabungan melakukan penyisiran sungai Sekadau, setelah melakukan penyisiran sepanjang Sungai Sekadau.


Dengan menggunakan perahu Karet milik Basarnas Kabupaten Sintang, dan dibantu oleh warga yang menggunakan Speed Boad.


Kapolsek Nanga Taman IPDA Triyono dihubungi media ini mengunkapkan  warganya Sikirmanto bersama ke 4 temanya turun ke sungai menggunakan speed Boad dengan maksud untuk menyisir sungai dalam pencarian korban yang jatuh ke sungai Sekadau pada Jumat  (16/10).


Sikirmanto beserta rombongan berteduh di pinggiran sungai dikarenakan cuaca hujan dan tidak dapat melanjutkan pencarian.


"Setelah sekitar 20 menit berteduh dibawah pohon di pinggiran sungai,  Sikirmanto beserta temanya melanjutkan penyisiran di sepanjang sungai Sekadau,"jelasnya.


Setelah melewati  di Reluk Batu monang Desa Nanga taman Sikirmanto melihat korban yang terapung di Teluk Batu dengan menggunakan senter sebagai penerangan.


"Setelah melihat korban yang terapung dengan posisi terpelungkup Sikirmanto langsung memutar speed boad yang digunakan dengan maksud untuk mengambil korban," terangnya.


Setelah sampai disamping korban Sikirmanto langsung memegang kaki dan tangan korban dan langsung mengangkat korban ke dalam Speed boad yang digunakan dan langsung membawa korban ke steher yang berada area pasar Nanga Taman.


"Setelah sampai disteher penyebrangan korban langsung dibubgkus dengan menggunakan kain dan langsung dibawa ke rumah duka yang berada di pasar Nanga Taman," ungkapnya.


Terhadap korban kemudian dilakukan visum er revertum oleh Puskesmas kecamtan Nanga Taman, setelah melakukan visum et revertum korban langsung dimandikan dan dikafani, karena pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi, korban langsung dimakamkan dipemakan Muslim Dusun Tanjung Desa Nanga Taman.


Penulis: Jayanti

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini