Belgia Cabut Lockdown, Terapkan Pembatasan Baru

Publisher

Seorang karyawan menyiapkan teras sebuah bar di pusat kota Brussel, ketika negara itu mulai melonggarkan pembatasan kuncian setelah wabah Covid-19 di Belgia, 4 Juni 2020. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo, Jumat (23/10), memutuskan untuk tidak lagi memberlakukan pembatasan berskala penuh, tetapi memperkenalkan serangkaian tindakan pembatasan baru menyusul melonjaknya jumlah kasus pasien Covid-19 di rumah sakit dan kematian terkait virus tersebut.

Setelah terpukul parah oleh gelombang pertama pandemi, Belgia sekarang menjadi negara terburuk kedua di Uni Eropa dalam hal infeksi virus corona per 100 ribu penduduk.

“Kami ingin memastikan bahwa dokter dan rumah sakit kami dapat terus melakukan pekerjaan mereka, bahwa anak-anak dapat terus bersekolah dan bahwa bisnis dapat terus beroperasi sementara berusaha keras menjaga kesehatan mental penduduk,'' kata De Croo saat mengumumkan pembatasan baru itu pada sebuah konferensi pers.

Belgia telah memperkenalkan serangkaian langkah untuk memperlambat penularan, termasuk memberlakukan jam malam, menutup bar dan restoran, dan membatasi kunjungan ke panti jompo. Namun, banyak pakar kesehatan berpendapat, pembatasan baru ini tidak akan cukup memutus rantai penularan.

“Sebelumnya kami diberi tahu bahwa tindakan keras dan ketat akan diberlakukan, tapi itu tidak direalisasikan,” kata ahli epidemiologi Yves Coppieters kepada stasiun penyiaran RTBF.

Menurut data statistik resmi terbaru, sekitar 10 ribu orang tertular virus tersebut setiap hari. Virus corona telah menewaskan lebih dari 10.500 orang di negara kecil yang hanya berpenduduk 11,5 juta itu. Situasi kesehatan ini begitu dramatis di sembilan dari 10 provinsi di Belgia sehingga pihak berwenang baru-baru ini memperingatkan bahwa unit-unit perawatan intensif akan mencapai kapasitas mereka pada pertengahan November jika kasus virus korona baru terus melonjak dengan laju yang terjadi saat ini.

Agar sistem kesehatan Belgia tidak kewalahan, Menteri Kesehatan Frank Vandenbroucke mengatakan, jumlah tempat tidur yang tersedia di unit-unit perawatan intensif akan ditingkatkan menjadi 2.300, sementara operasi nondarurat akan ditunda selama empat pekan ke depan.

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini