AS Tembus Rekor Harian Baru Infeksi Virus Corona

Publisher

 

Seorang sukarelawan disuntik dengan vaksin saat ia berpartisipasi dalam studi vaksinasi Covid-19 di Pusat Penelitian Amerika, di Hollywood, Florida, AS, 24 September 2020. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Amerika menembus rekor harian untuk kasus virus corona sementara gelombang baru virus ini meningkatkan kekhawatiran selama musim gugur dan musim dingin.

Menurut harian New York Times, lebih dari 82 ribu kasus dilaporkan di seluruh Amerika pada Jumat malam, memecahkan rekor satu hari yang ditetapkan pada 16 Juli dengan lebih dari 6.000 kasus.

Harian Times juga melaporkan sekitar 41 ribu orang Amerika saat ini dirawat di rumah sakit, yang merupakan peningkatan 41 persen dari bulan lalu. Negara bagian Pegunungan Rocky di utara dan bagian atas barat tengah AS saat ini dilaporkan mengalami lonjakan kasus.

Perkiraan baru oleh Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Universitas Washington, Jumat mengatakan jumlah kematian AS akibat Covid-19 bisa melampaui 500 ribu pada Februari kecuali hampir semua orang Amerika memakai masker. Lembaga itu mengatakan jumlah kematian mungkin bisa turun 130 ribu jika 95 persen orang Amerika memakai masker.

Di Eropa, Perancis mencatat angka yang melampaui 1 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi, mencatat rekor 42.032 kasus dalam 24 jam. Perancis menjadi negara ketujuh yang melewati tonggak sejarah itu, setelah Amerika, India, Brasil, Rusia, Argentina, dan Spanyol.

Ahli epidemiologi Arnaud Fontanet, anggota dewan ilmiah yang memberi saran kepada pemerintah Perancis, mengatakan "Virus ini beredar lebih cepat daripada di musim semi."

Presiden Emmanuel Macron mengatakan jam malam yang diberlakukan, Jumat (23/10), malam untuk dua pertiga wilayah Perancis bisa diperketat jika upaya pembatasan itu tidak menyebabkan kasus virus corona menurun.

Penduduk di banyak negara Eropa, termasuk sebagian Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, dan Slovakia, menghadapi lebih banyak pembatasan dalam kehidupan sehari-hari mereka karena pejabat memberlakukan jam malam dan membatasi interaksi sosial.

Negara-negara bergegas mencari cara untuk memperlambat penyebaran, namun juga untuk menghindari penutupan wilayah menyeluruh seperti yang diberlakukan awal tahun ini. Penutupan wilayah itu telah menyebabkan kerugian ekonomi besar-besaran dan tidak banyak mendapat dukungan publik.

Ratusan pengunjuk rasa di Naples, Italia, Jumat (23/10), malam memprotes jam malam regional yang baru. Para pengunjuk rasa melemparkan bom asap dan polisi menanggapinya dengan gas air mata. Italia, Jumat mencapai titik tertinggi harian baru dengan hampir 20 ribu kasus virus corona. 

Sumber: VOA

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini