SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Alumni dan Eksponen Serta Mahasiswa Peringati 22 Tahun Solmadapar

Alumni dan Eksponen Serta Mahasiswa Peringati 22 Tahun Solmadapar

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Edy R Yacoub memberikan sambutan pada kegiatan memperingati 22 tahun Solmadapar di Kafe Majesty, Jalan P Diponegoro, Jumat (2/10/2020) malam.

Singkawang (Suara Kalbar)-  Para alumni atau eksponen Solmadapar (Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanah Rakyat) memperingati 22 tahun Solmadapar dengan tema mengubah wajah Indonesia di Kafe Majesty, Jalan Pangeran Diponegoro, Jumat (2/10/2020) malam.

Hadir di dalam kegiatan itu para alumni atau eksponen Solmadapar, mahasiswa Solmadapar, pendiri dan penggagas Solmadapar, Muhammad Yani, Misni Safari, Ahmad Hardin, dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Edy R Yacoub, Ketua PHBI Kota Singkawang, H Ruslan Karim serta undangan lainnya.

Acara tersebut diisi sambutan dengan gaya orasi para pendiri Solmadapar untuk mengenang disaat mereka melakukan aksi turun lapangan di saat masih menjadi mahasiswa.

“Hari ini disaat saya memberikan orasi mengenang dulu sewaktu menjadi mahasiswa disaat awal reformasi,” ujar Misni Safari, satu diantara pendiri Solmadapar.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Edy R Yacoub mengatakan kegiatan ini merupakan refleksi 22 tahun Solmadapar pada era mereka dulu memberian warna.

“Mereka sanngat peduli dan sangat kritis terkait keadaan di daerah, maka saya mengkhususkan diri saya untuk datang dalam kegiatan refleksi 22 tahun Solmadapar,” ujarnya.

Edy R Yacoub mengatakan ditengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya mengajak komponen masyarakat dalam melakukan penanggulangan Covid-19. 

Panitia sekaligus pendiri Solmadapar lainnya, M Yani mengatakan bahwa Solmadapar lahir di era reformasi pada 1998 silam. 

“Sampai hari ini Solmadapar masih hidup, dan  pernah berjuang dalam gerakan  Reformasi di Indonesia,  khususnya Kalbar mengubah wajah Indonesia,” katanya.

Melalui  momentum ini, kata M Yani, menjadi sebuah refleksi ditengah pandemi Covid-19, dan mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah pada situasi dan dampak dari Covid-19.

“Kita berharap Solmadapar lahir memberikan warna bagaimana rezim yang ada untuk mencermati langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Yani menegaskan kondisi saat ini banyak masyarakat yang masih berada di garis kemiskinan, dan selaku pendiri Solmadapar pihaknya tetap selalu berkoordinasi dengan adik-adik mahasiswa Solmadapar dengan jargon oposisi selamanya.

Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dimana para peserta wajib menggunakan masker, dan panitia menyiapkan air dan sabun untuk mencuci tangan.

Penulis   : Tim Liputan 

Komentar
Bagikan:

Iklan