Aktivitas PETI Desa Tirta Kencana Bengkayang Kian Merajalela

Editor : Suhendra Yusri
aktivitas PETI

Bengkayang (Suara Kalbar)- Tidak tanggung tanggung puluhan alat berat exavator, puluhan mesin dompeng dan puluhan mesin gelondong terus melakukan pekerjaan tambang emas illegal atau PETI di Desa Tirta Kencana Kecamatan Bengkayang Kalimantan Barat.

Sebelumnya pihak aparat baik Kepolisian Republik Indonesia Polsek Bengkayang, Tentara Nasional Indonesia TNI Koramil 01 Bengkayang, Sat Pol PP, Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pihak Kecamatan Bengkayang, Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana (DKKB), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DSP3A) dan pihak Desa Tirta Kencana melakukan survey dilapangan.

Saat survey bersama dilakukan terpantau kerusakan persawahan, kerusakan sungai dan juga aktivitas pekerjaan tambang emas menyasar hingga ke bukit dan gunung. Selain itu aktivitas tambang juga diduga dilakukan di areal yang merupakan kawasan hutan lindung Pandan Pulo.

“Atas adanya aktivitas PETI di Desa Tirta Kencana, kami atas nama warga yakni Selalu Kepala Desa meminta solusi, aktivitas PETI tetap lanjut atau ditutup," ujar Muliady Kepala Desa Tirta.

Ditempat yang sama, Kepala Satpol PP Ali Akbar berharap agar aktivitas illegal ditindak oleh pemerintah.

"Kami menunggu perintah tertulis dari atasan yakni Bupati  Bengkayang terkait penegakan hukum terhadap PETI, karena akibat PETI ini seluruh warga Bengkayang di rugikan,” jelasnya.

Muliady mengatakan air tak dapat digunakan, kerusakan jalan di Desa Tirta Kencana, kerusakan irigasi, kerusakan persawahan dan kerusakan infrastruktur lainnya.

“Sebab beratnya beban alat berat exavator saat diangkut telah menyebalkan jalan utama hancur, jembatan rusak dan rumah warga yang dilintasi banyak retak akibat beratnya beban alat berat saat melintasi rumah warga,” jelasnya.

Menurutnya jika PETI di Desa Tirta Kencana tidak ditindak, maka dibeberapa Desa dan kecamatan lain akan timbul juga aktivitas PETI serupa, maka satu satunya jalan haris ditindak.

“Sebab jika tidak di tindak, maka sel sel nya  akan menjalar di wilayah lain dan bahkan akan lebih buruk lagi,” katanya.

Yuniarda, perwakilan Dinas PMPTSP yang hadir mengakui bahwa aktivitas PETI di Desa Tirta Kencana Illegal, sebab tidak ada Ijin.

“Izin untuk Tambang Emas ramahnya ada di Dinas ESDM Provinsi  Kalbar atau Kementerian. Yang jelas, saat ini aktivitas pertambangan emas itu illegal,” tegas Yuni.

Hal lain disampaikan Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas PRP LH Kabupaten Bengkayang, Dina Nguru mengatakan kerusakan lingkungan terutama sawah, sungai dan bukit serta infrastruktur jalan dan jembatan terjadi akibat adanya aktivitas PETI di Desa Tirta Kencana.

“Air sudah tidak dapat di konsumsi lagi , dan bahkan menurut pengakuan warga saay ini sangat kesulitan untuk memperoleh sumber air minum, jika ada mencarinya jauh,"jelas Dina.

Namun pemahaman yang berbeda disampaikan SH, satu diantara pekerja PETI mengaku bahwa pekerjaan yang dilakukannya bersama puluhan orang lain dengan menggunakan alat berat exavator semata-mata mencari makan dan untuk biaya sekolah anaknya.

“Karena ada PETI ini, anak anak kami di Desa Tirta Kencana bisa Kuliah atau meneruskan pendidikan hingga keluar pulau," katanya.

Namun aktifitas PETI di Desa Tirta Kencana yang jelas telah melanggar aturan perundang- undangan bisa menjadi pembenaran atau legal hanya karena alasan mencari makan dan sekolahan anak.

“Bukankah saat ini Pemerintah Republik Indonesia telah menjamin dengan memberikan pendidikan gratis hingga tingkat SMA/SMK dan sederajat atau apakah aktivitas PETI di Desa Tirta Kencana jadi dibenarkan padahal jelas jelas telah melakukan perusakan alam secara masif, mohon ketegasan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat dan bahkan Kementerian terkait di Jakarta,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Penulis : Tim Liputan / kr



Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini