Ada Napak Tilas Tempat Bersejarah pada Peringatan HSN 2020 di Sekadau

Editor : Suhendra Yusri


Para santri. foto ilustrasi istimewa

Sekadau (Suara Kalbar) - Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati diseluruh Indonesia, termasuk di Sekadau. Tahun 2020, peringatan Hari Santri digelar terbatas karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sekadau, Abah Kyai Tohidin  mengatakan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 di Sekadau digelar secara sederhana. 

Ada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, namun tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Tahun ini peringatan HSN tetap kita laksanakan, namun tentu memperhatikan protokol Covid-19," ujarnya, Kamis (22/10/2020).

Ketua panitia Peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Sekadau, Siti Nur Aisyah mengatakan peringatan HSN Tahun 2020 akan digelar dengan berbagai kegiatan diantaranya Susur Sungai dan Napak Tilas Makam Raja dan tempat bersejarah Sekadau.

Aisyah menjelaskan rangkaian kegiatan peringatan HSN di Sekadau akan dimulai tanggal 24 hingga 31 Oktober 2020. Namun sebelumnya Rabu (21/10/2020) malam telah dilaksanakan ngaji virtual bersama Rois Am PBNU yaitu KH Miftachul Akhyar dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional. Ngaji virtual diikuti oleh pengurus PCNU Sekada dan Banom di Sekretariat PCNU Sekadau jalan Raya Sintang KM 2.

"Tahun 2020 ada berbagai kegiatan yang akan kita laksanakan, diantaranya kita akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Sekadau. Ini sebagai bentuk penghormatan kita kepada para aulia sepuh Sekadau," tuturnya.

Selain itu, kegiatan Lain yang dilaksanakan adalah lomba fotografi situs sejarah di Sekadau. Adapun acara puncak akan diisi dengan kegiatan Sekadau bersholawat bersama Habib Nizar Bin Yahya pengasuh Ahbabul Mustofa Pontianak pada tanggal 31 Oktober 2020. 

Penetapan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22 Tahun 2015, penetapan HSN merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Penulis : Tambong Sudiyono


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini