95 Unit Meteran Air Milik PDAM Mempawah dan Pelanggan Digasak Maling

Editor : Suhendra Yusri
Instalasi PDAM Tirta Galaherang Mempawah ketika ditinjau Wakil Bupati Muhammad Pagi, belum lama ini. PDAM kini mengalami kerugian atas maraknya pencurian water meter di rumah pelanggan dan di gudang perusahaan plat merah tersebut.

Mempawah (Suara Kalbar)-Aksi maling makin kreatif. Kali ini sasarannya adalah meteran (water meter) PDAM di rumah pelanggan, yang dilaporkan banyak digasak si tangan panjang. 

Ironisnya lagi, 80 unit stok water meter yang disimpan di gudang PDAM di Tanjung Berkat, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, juga lesap dicuri. 

Direktur PDAM Tirta Galaherang Mempawah, Muhammad Taufik, yang dikonfirmasi awak media, membenarkan kejadian tersebut. 

“Ya, betul. Tercatat ada belasan pelanggan kami yang melaporkan kehilangan water meter di depan rumah masing-masing. Begitu pula dengan stok meteran yang ada di gudang kami, juga hilang dicuri,” jelas Taufik, sapaan akrabnya.  

Jika meteran di rumah pelanggan hilang dengan cara dibengkas, maka di PDAM, meteran dibawa kabur dengan cara membobol pintu gudang. 

Taufik lantas menduga, maraknya aksi pencurian water meter PDAM ini adalah untuk diambil kuningannya. 

“Sebab kuningan itu lumayan juga jika dijual. Atas kejadian ini, kami sudah melaporkannya secara resmi ke Mapolsek Mempawah,” kata Taufik lagi. 

Jika harga satu unit water meter adalah 350 ribu, maka total kerugian yang dialami para pelanggan maupun PDAM Tirta Galaherang Mempawah adalah sebanyak Rp 33.250.000. 

Ditanya soal status water meter milik pelanggan yang dicuri, Taufik mengatakan, bukan tanggung jawab PDAM lagi, melainkan pelanggan yang bersangkutan. 

Namun jika pelanggan ingin memohon water meter yang baru atas kejadian kehilangan ini, PDAM Tirta Galaherang bersedia membantu biaya 50 persen per unit. 

"Jadi dalam proses permohonan meteran baru, pelanggan akan dibebankan harga 50 persen. Itu berarti Rp 175 ribu per unit. Sisanya 50 persen, kami PDAM Tirta Galaherang yang menanggungnya,” ungkap Taufik lagi. 

Nah, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi aksi pencurian serupa, PDAM Tirta Galaherang akan melaksanakan proses pengadaan water meter berbahan material lain. 

“Jadi masih berbahan kuningan lagi, nanti tetap saja dicuri. Tidak saja pelanggan, kami di PDAM juga akan terus dirugikan akibat tindak pencurian water meter ini,” tutupnya. 

Penulis : Dian Sastra



Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini