30 Ribu Santri dan 77 Pontren di Mempawah Peringati HSN 2020

Editor : Suhendra Yusri
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, secara simbolis menyerahkan ijin operasional pondok pesantren saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020 di Kantor Kemenag Mempawah, Kamis (22/10/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)-Wakil Bupati Muhammad Pagi menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2020 di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah, Kamis (22/10).

Kegiatan dalam bentuk Sarasehan dan Silaturahmi bersama Pimpinan Pondok Pesantren dilaksanakan secara sederhana karena masih dalam masa Pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Pagi atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik terselenggaranya Sarasehan dan Silaturahmi bersama Pimpinan Pondok Pesantren memperingati HSN 2020 yang mengangkat tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Meski sederhana, namun ia menilai tidak mengurangi makna dari peringatan tersebut.

“Awalnya kita ingin peringatan HSN 2020 ini berlangsung semarak dan melibatkan seluruh pondok pesantren dan santri di Kabupaten Mempawah. Namun, karena ada Pandemi Covid-19, akhirnya terpaksa kita selenggarakan secara sederhana dan terbatas. Harapan dan doa kita, semoga pandemi ini cepat berakhir dan tahun depan HSN bisa kita peringati secara meriah,” katanya.

Muhammad Pagi menegaskan komitmen dan perhatian besar yang diberikan pemerintah daerah terhadap keberadaan para santri dan pondok pesantren. Karena dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia, santri dan pondok pesantren memiliki peran besar dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, termasuk mendukung kemajuan Kabupaten Mempawah.

“Di masa kini, keberadaan pondok pesantren dan pimpinan pondok, para kyai, serta guru mampu menciptakan generasi-generasi Qurani yang bisa serta paham baca dan tulis Alquran. Oleh karena itu, sudah seharusnya kami di pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap kemajuan pondok pesantren dan para santri,” ungkapnya.

Muhammad Pagi berharap, kedepan semakin banyak pondok pesantren modern di Kabupaten Mempawah seperti yang menjadi harapan masyarakat, terutama umat Islam. 

“Secara total jumlah santri di Kabupaten Mempawah kurang lebih mencapai 30 ribu orang. Dengan jumlah itu, berarti Kabupaten Mempawah bebas dari buta huruf Alquran,” ujar dia.

Tidak lupa, Muhammad Pagi mengharapkan dukungan dari pondok pesantren mendukung program-program pemerintah daerah. Satu diantaranya mencegah penyebaran Covid-19. Santri diajak menjadi contoh dalam kedisiplinan menjaga diri dan penegakan protokol kesehatan untuk mencegah berkembangnya Covid-19.

“Saya yakin dan optimis, jika santri dan keluarga besar pesantren selalu dalam kondisi sehat, maka kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini dengan baik, Insha Allah negara bersama masyarakat kita akan sehat dan kuat,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Mempawah, Mir’ad dalam sambutannya memaparkan secara singkat sejarah lahirnya HSN di tanah air. Kemudian dukungan pondok pesantren dalam upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan agama tersebut.

Selanjutnya Mi’rad juga menginformasikan jumlah pondok pesantren di Kabupaten Mempawah yang mencapai 77 lembaga. Jumlah pesantren yang sudah mempunyai izin operasional itu merupakan yang terbesar di Kalimantan Barat dan patut membuat bangga masyarakat, terutama umat Islam di daerah ini. 

Penulis: Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini