19 Hari Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring 921 Orang

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Wakapolres Mempawah, Kompol Bermawis dan Kabid Penegakan Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP, Rosmidi, saat memimpin Operasi Yustisi di Mempawah.

Mempawah
(Suara Kalbar) - Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mempawah, Rosmidi, mengungkapkan, hingga 17 Oktober 2020, jumlah warga yang terjaring Operasi Yustisi berjumlah 921 orang.


“Namun demikian, kita melihat terus ada trend penurunan jumlah pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Mempawah. Ini cukup menggembirakan,” kata Rosmidi kepada suarakalbar.co.id, Minggu (18/10/2020) pagi. 


Untuk penurunan angka pelanggaran sudah terlihat di Mempawah yang paling sering dilakukan Operasi Yustisi Perbup 50/2020. Justru yang banyak terjaring adalah warga luar kota yang melintas di Mempawah. 


“Ada yang beralasan lupa mengenakan masker, ada juga yang mengungkapkan masker ketinggalan saat terjaring,” ujarnya seraya tersenyum. 


Dari jumlah pelanggar 921 orang tersebut, beber Rosmidi, terdiri atas 151 teguran lisan karena tidak mengenakan masker dengan benar, dan sisanya 770 diberi sanksi kerja sosial 15 menit karena sama sekali tidak mengenakan masker. 


Dijelaskan, Tim Gabungan Penegakan Hukum Perbup Nomor 50/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, akan terus menggelar operasi dalam upaya edukasi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. 


Tim gabungan operasi yustisi ini terdiri atas Satpol PP Pemkab Mempawah sebagai leading sector, yang di-back up personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, serta unsur-unsur lainnya. 


Dalam kesempatan itu pula, Rosmidi mengimbau agar masyarakat selalu menerapkan disiplin 3M dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Yakni, mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah. 


Penulis : Dian Sastra/adv

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini