Webinar Majelis Pertimbangan Dilaksanakan Balitbang Kalbar

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Majelis Pertimbangan (MP) Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat
Pontianak (Suara Kalbar) - Majelis Pertimbangan (MP) Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat  pada 30 September 2020 mengadakan rapat koordinasi secara virtual guna memberikan padangan terhadap kemajuan kegiatan penelitian tahun 2020 dan memantapkan rencana penelitian yang akan dilaksanakan tahun 2020 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Leysandri melalui Kaban Litbang Kalbar.
Dr. Herkulana Mekarryani, M,Si. menilai bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam rangka menyatukan pandangan perwakilan dari tokoh-tokoh pendidikan tinggi, praktisi penelitian serta perwakilan dari asosiasi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kalimantan Barat terhadap penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan di Kalimantan Barat.

"Saat ini penyelenggaraan tahapan kegiatan penelitian tahun 2020, sebagian baru sampai pada tahap pengumpulan data lapangan.  Hal ini  disebabkan oleh situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda sehingga menyebabkan tertundanya kegiatan pengumpulan data di lapangan," ujar Herkulana.

Di tahun 2021, program penelitian dan pengembangan umumnya mengarah pada bidang penyelenggaraan pemerintahan dan pengkajian peraturan, bidang ekonomi dan pembangunan serta pengembangan inovasi dan teknologi, ungkapnya.

Dalam forum diskusi, banyak saran dan masukan dari anggota Majelis Pertimbangan untuk kemajuan Balitbang ke depannya.

Rektor UPB Dr. Purwanto, SH, M.HUM menyambut baik rencana kegiatan Balitbang Kalbar 2021, dan berhadap kedepannya riset disajikan. Salah satu yang menarik untuk di kerjakan dengan UPB adalah terkait upaya untuk mengidentifikasi keunggulan  atau keunikan setiap daerah di Kalbar, khususnya terkait dengan potensi indikasi geografis yang termasuk dalam kategori Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang bersifat komunal, ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Eddy Suratman, S.E., M.A  sendiri menyampaikan beberapa hal yang perlu dikaji ditahun 2021 , misanya mengenai dampak covid-19 dibeberapa titik yang besar pengaruhnya yang mencakup menurunnya pendapatan asli daerah dan pemutusan hubungan kerja. Selain itu, sektor ungulan Kalbar, persolan listrik, infrastruktur jalan, air bersih dan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menurutnya perlu juga di kaji.

Prof. Dr. H. Garuda Wiko, S.H., M.Si. selaku Rektor Universitas Tanjungpura mengatakan  dalam konteks tema penelitian, salah satu saran yang disampaikan yakni terkait dengan pentingnya mengupdate  peta jenis tanah di Kalbar tujuannya untuk memaksimalkan produk unggulan Kalbar.

Lebih lanjut Prof Chairil Effendy, menyarankan kedepan arah penelitian Bailtbang harus dipetakan. Saran Prof Chairil ini sejalan dengan pemikiran dari  Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kepala LPKM IKIP - PGRI Pontianak dan Kepala LPPM Politeknik Negeri Pontianak bahwa diperlukannya pemetaan arah penelitian di Balitbang Kalbar agar sharing Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendanaan dapat dilakukan antar perguruan tinggi dan lembaga litbang di Kalbar.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Barat Santyoso mengatakan bahwa potensi kawasan perbatasan harus dimaksimalkan, misalnya potensi pariwisata dapat diangkat dengan membangun kerjasama dengan Sarawak

Hadir dalam pertemuan tersebut  Rektor Universitas Tanjungpura, Rektor Universitas Panca Bhakti, Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kepala LPKM IKIP - PGRI Pontianak, Kepala LPPM Politeknik Negeri Pontianak, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Barat, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Barat,  Prof. Dr. Edy Suratman, Prof. Dr. Chairil Effendi dan Prof. Dr. Gusti Zakaria.

Penulis : Tim Liputan/r
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini