Warga Pekalongan Positif Covid-19 Berhasil Ditemukan, Ini Kronologisnya

Editor : Suhendra Yusri
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrisson

Pontianak (Suara Kalbar) –Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harrisson mengatakan pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Pekalongan Jawa Tengah yang melarikan diri akhirnya berhasil ditemukan.

 “Dia sebenarnya datang kesini bersama seorang temannya yang merupakan pekerja di ruko Mega Mall. Jadi dia bekerja lagi mendandani ruko di Mega Mall,” ujar Harisson kepada awak media, Kamis (17/7/2020).

Dia menjelaskan, pada 16 September 2020 Dinas Kesehatan mengetahui bahwa pasien tersebut terkonfirmasi Covid-19 dan dihubungi untuk dilakukan isolasi dan terdapat penolakan dari pasien tersebut.

“Tanggal 16 itu kita sudah tahu dia terkonfirmasi Covid-19. Setelah kita tahu dia terkonfirmasi Covid-19, Dinas Kesehatan Kota menghubungi untuk diisolasi ternyata dia tidak mau lalu dia menghilangkan diri bersembunyi,” terangnya.

Selanjutnya, Dinkes Kota Pontianak bekerjasama dengan Kapolresta Pontianak dan Kodim untuk mencari dan akhirnya menemukan.

“Dinas Kesehatan Kota bekerjasama dengan Polres dan Kodim melakukan pelacakan pencarian dan tadi siang sekitar jam 10 pasien ini ditemukan. Dia bersembunyi di ruko itu sebenarnya. Kemudian saudara A tersebut langsung dibawa untuk diisolasi di Rusunawa,” katanya.

Tim pencarian berhasil menemukan saudara A tersebut dikarenakan melacak sinyal Hand Phone yang dipunyai saudara A tersebut.

“Jadi pada saat kita tahu dia positif Covid-19 kita dihubungi bahwa dia sehat-sehat saja dan kita tawarkan untuk isolasi dia tidak mau. Setelah itu ponselnya tetap on,  dia kita cari dan kita hubungi tidak diangkat. Akhirnya kita cari dan lacak melalui sinyal hpnya dan memang dia masih di sekitar Mega Mall itu.

Jadi kita hubungi siang hari tanggal 16 dan ternyata dia bersembunyi dan tidak mau diisolasi dan kita berhasil menemukannya dalam waktu 24 jam,” kata Harisson.

Sementara itu, 16 orang pekerja bangunan di ruko kawasan Mega Mall yang berasal dari Pontianak langsung dilakukan pengambilan Swab.

“Sementara itu ada 16 pekerja lain yang sebenarnya warga Pontianak yang bekerja juga disitu langsung dilakukan pengambilan Swab,” tuturnya.

Kerabat dari pasien konfirmasi Covid-19 yang bersama-sama berangkat dengannya juga dilakukan isolasi di Rusunawa.

“Satu orang yang positif tapi dia datang bersama temannya dari Jawa Tengah. Keduanya walaupun temannya tidak terkonfirmasi tetap kami isolasi di Rusunawa,” katanya.

Penulis   : Yapi Ramadhan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini