Wanita Tani Desa Bumbun Wakili Kalbar Ikut Kompetisi P2L Pusat

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Bupati Mempawah, Erlina, memanen terong di kebun KWT Paburungan Dusun Satak, Desa Bumbun, yang mewakili Kalbar pada kompetisi P2L yang digelar Kementerian Pertanian RI.
Mempawah (Suara Kalbar) - Kelompok Wanita Tani (KWT) Paburungan dari Dusun Satak, Desa Bumbun, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, menjadi salah satu wakil Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Kompetisi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang digelar Kementerian Pertanian RI.

Keikutsertaaan kelompok binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Mempawah, mendapat dukungan Bupati Mempawah, Erlina.

Dukungan ia sampaikan saat panen sayur-mayur bersama perwakilan Kementerian Pertanian Ngaisatun Kholifah di kebun yang dikelola KWT Paburungan, Selasa (24/9/2020) siang.

Turut hadir, Ketua Tim Pengerak PKK Mempawah Julina Muhammad Pagi, Anggota DPRD Mempawah Iman Lewi, Plt. Camat Sadaniang, Ferdinanda dan sejumlah pimpinan OPD.

“Kami berharap keikutsertaan KWT Paburungan ikut Lomba P2L dapat memberikan kontribusi membanggakan untuk Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah,” ujar bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Erlina memuji aktivitas KWT Paburungan dalam memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Ia menilai buah karya KWT itu dapat dijadikan contoh, bahwa pekarangan kosong sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif misalnya menanam sayur. Minimal keberadaan pekarangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari.

“Terlebih di saat perekonomian sedang kurang stabil akibat pandemi Covid-19. Kita harus bisa menghemat pengeluaran dengan mengkonsumsi hasil kebun sendiri. Bahkan, hasil kebun ini dapat kita jual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Selama mengunjungi perkebunan KWT Paburungan, Bupati Erlina juga berkesempatan berdiskusi dengan para petani mengenai permasalahan dan peluang dalam bidang pertanian di desa-desa, khususnya Desa Bumbun.

Mulai dari infrastruktur, perawatan tanaman, pengolahan pasca panen, hingga peluang pasar dan sosial ekonomi.

“Saya sengaja mengajak Kadis Pertanian, Kadis Perindagnaker, Kadis Sosial, Kadis PUPR, Asisten II, dan Staf Ahli Bupati agar dapat merumuskan solusi-solusi untuk memecahkan permasalahan pertanian dan ketahanan pangan di desa. Saya berharap kedepannya, sektor pertanian kita akan semakin maju dan berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Ngaisatun Khofifah yang merupakan perwakilan Tim Penilaian P2L Berprestasi Kementerian Pertanian mengatakan kehadirannya ke Desa Bumbun dalam rangka menilai KWT Paburungan.

Kelompok ini, dikatakan Ngaisatun, merupakan usulan P2L terbaik dari Kalimantan Barat  dan akan dilombakan di tingkat nasional.

“Saya melihat antusiasme ibu-ibu disini sangat tinggi dan semangatnya luar biasa. Itu dapat dilihat dari kekompakan dan area tanam P2L yang luas, serta bervariasi aneka sayurannya. Semuanya tumbuh subur. Saya juga memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dari bupati bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD,” katanya.

Tak sekedar menjadi obyek penilaian P2L, Ngaisatun berharap keberadaan KWT yang memanfaatkan pekarangan sebagai perkebunan dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, serta menambah pendapatan bagi para anggota dan masyarakat sekitar.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini