Untuk Pulang Kampung ke Batam, Kakek Asfan Jual Gerobak Rp 200 Ribu di Terminal Mempawah

Editor : Eno

 Kakek Asfan yang malang tengah menghitung uang hasil menjual gerobak miliknya Rp 200 ribu di Terminal Mempawah, untuk ongkos pulang ke Batam, Kepulauan Riau.

Mempawah
(Suara Kalbar)-Kisah Kakek Asfan bin Awi (78), warga asal Tembilahan, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang seminggu terlantar di Mempawah, kian memilukan.

Pada Kamis (24/9/2020) sore, ia dikabarkan telah menjual gerobak miliknya seharga Rp 200 ribu sebagai bekal untuk pulang kampung ke Batam. Pembelinya adalah seorang warga Mempawah yang enggan disebutkan namanya.

“Gerobak Kakek Asfan telah dibeli seorang hamba Allah. Dibeli Rp 200 ribu di Terminal Mempawah. Katanye untuk ongkos balek ke Batam. Tapi itu belom cukop, masih banyak kurangnye,” kata Hamzah, warga Mempawah.

Hingga berita ini diturunkan, Kakek Asfan masih berada di Warung Kopi Mijan Terminal Mempawah. Ia tampaknya enggan pulang ke Rumah Singgah Mempawah yang disediakan oleh Dinas Sosial.

“Beliau tampaknye dah rindu benar nak balek ke Batam bang. Die masih di terminal, mudah-mudahan nanti ade agik yang bantu die untuk balek kampong,” kata Hamzah lagi.

Hamzah mengatakan, pengunjung di terminal maupun warga Mempawah lainnya tampak prihatin dengan kondisi Kakek Asfan. Banyak yang ingin membantu, tapi karena sulitnya ekonomi pada situasi Covid-19, banyak warga yang hanya bisa mendoakan.

“Mudah-mudahan ade agik warga atau donatur yang mau membantu beliau balek kampong. Kamek di terminal ni hanya bisa mendoakan,” kata Hamzah.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Dinas PPPAPMPD Kabupaten Mempawah, Heru Agung YA, membenarkan bahwa Kakek Asfan telah seminggu ditampung di Rumah Singgah Mempawah.

“Beliau diantar oleh seorang mahasiswi yang bekerja di Angin Malam Terminal Mempawah. Jadi kami sediakan tempat huni sementara yang layak. Ada makanan dan minuman untuk kebutuhan Kakek Asfan sehari-hari,” kata Heru.

Namun rupanya, tambah dia, Kakek Asfan sudah tak betah. Ia ingin pulang segera ke Kota Batam, Kepulauan Riau. Tercatat sudah dua kali dia meninggalkan Rumah Singgah, namun dijemput kembali petugas Dinas Sosial.

“Kami mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Makanya kami jemput agar bisa kembali ke Rumah Singgah. Namun hari ini beliau pergi lagi ke Terminal Mempawah,” ungkap Heru.

Terkait rencana kepulangannya, Dinas Sosial Kabupaten Mempawah sedang berusaha menghubungi Dinas Sosial Kota Batam. Heru berharap, Kakek Asfan dapat segera dipulangkan agar bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

“Kami akan terus berusaha memulangkan Kakek Asfan. Ini demi kemanusiaan, bagaimanapun caranya akan kami lakukan,” tutup Heru.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini