Ulah Oknum yang Mencoreng Institusi Polri, Polsek Siantan Sambangi Keluarga Korban

Editor : Suhendra Yusri
Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono saat menyambangi kediaman korban persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oknum polisi di Polresta Pontianak, Minggu (20/9/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)-Kasus persetubuhan anak di bawah umur oleh oknum Anggota Satlantas Polresta Pontianak memicu keprihatinan korps kepolisian, termasuk di Polsek Siantan, Polres Mempawah. 

Apalagi korban tercatat sebagai warga salah satu desa di Kecamatan Jongkat, yang notabene adalah wilayah hukum Polsek Siantan. 

Karena itu lah, Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, bersama sejumlah personel menyambangi kediaman korban, Minggu (20/9/2020) pukul 12.30 WIB.

Ketika dihubungi suarakalbar.co.id, Rahmad Kartono membenarkan kedatangannya ke kediaman korban di salahsatu desa di Kecamatan Jongkat. 

“Iya, tadi siang kami ke sana. Saya bersama anggota Polsek Siantan menyampaikan rasa keprihatinan dan empati atas kejadian yang menimba korban,” jelas Kapolsek. 

Ia mengatakan, tindakan asusila yang dilakukan oknum anggota Satlantas Polresta Pontianak Kota telah mencoreng dan melukai Institusi Polri. Dan perlu digarisbawahi, perbuatan tersebut dilakukan oleh oknum.

“Saya menyampaikan dukungan atas upaya hukum pihak keluarga untuk memperoleh keadilan atas kejadian ini. Jadi saya juga memberikan arahan tentang prosedur maupun aturan dalam menyampaikan pengaduan terkait permasalahan yang menyangkut anggota Polri,” tegasnya. 

Rahmad Kartono juga mengatakan, jika ada hal-hal yang yang kurang jelas, dipersilakan untuk berkoordinasi dengan dirinya selaku Kapolsek Siantan dan juga sebelumnya pernah berdinas di Bidpropam Polda Kalbar.

“Dan tak kalah penting, saya meminta agar warga yang hadir tetap menjaga dan menjalin silaturahmi dengan Polsek Siantan sebagaimana yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” kata dia. 

Dalam kesempatan itu, pihak keluarga korban yang mewakili sang ayah, Ms mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolsek Siantan beserta anggota.

Pihak keluarga menegaskan, tetap menginginkan agar oknum tersebut diproses sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku, sehingga dapat menjadi contoh bagi anggota Polri yang lain.

Disampaikan pula, perbuatan tersebut memang merupakan tindakan oknum secara perorangan, akan tetapi telah melukai dan mencoreng Institusi Kepolisian secara umum. Namun pihak keluarga dan masyarakat setempat akan tetap menjalin kerjasama yang baik dengan Polsek Siantan.

Sejauh ini, Ms mengungkapkan pihaknya telah menunjuk advokad atau penasehat hukum, untuk membantunya menangani tindak asusila ini. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini