Tiga Karung Obat Ilegal Diamankan Pamtas Perbatasan RI-Malaysia

Editor : Redaksi
Ribuan butir obat ilegal asal malaysia diamankan pamtas di jalan inpeksi patroli perbatasan (JIPP).
Sekayam (Suara Kalbar)- Coba seludupkan obat-obatan dari Malaysia tiga orang warga desa Bungkang kecamatan Sekayam diamankan Satgas Pamtas Yinif 641/Bru.

"Betul ada tiga warga desa bungkang yang diamankan, ketiga membawa tiga karung yang berisi obat-obatan dari Malaysia. Kasus itu dilimpahkan ke Bea Cukai Entikong untuk proses selanjutnya."kata Dansatgas pamtas Yonif 641/Bru,Letkol inf kukuh suharwiyono,Jumat (9/11).

Dijelaskan Kukuh, bahwa semenjak covid19 pihaknya terus meningkatkan patroli disepanjang perbatasan RI-Malaysia untuk mencegah upaya penyeludupan.

Beberapa hari lalu Danpos Lubuk Sabuk mendapatkan informasi bahwa ada upaya pemasukan barang dari Malaysia melalui jalan JIPP.

Berdasarkan informasi itu,sejumlah personil pamtas disebar disejumlah titik dijalan JIPP dan berhasil mengamankan tiga orang pada hari Rabu (9/9)lalu dimana mereka mencoba menyelundupkan 3 karung obat-obatan merek Paracil tablet 500 mg sebanyak 70 kotak dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir melalui Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP).

"Ketiga pembawa obat yang merupakan warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau tersebut berhasil diamankan oleh Tim Patroli Satgas Yonif R 641/Bru saat melintasi JIPP di sektor Pos Lubuk Tengah." Ungkap Kukuh.

Ribuan butir obat-obatan itu diperiksa dengan X-Ray oleh petugas Bea Cukai Entikong untuk memastikan tidak ada kandungan Narkotika.


Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan parasetamol 500 mg. Obat jenis acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

"Walaupun termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan tidak ada sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan, maka masuk kategori ilegal," tegas Kukuh.

Penulis:  Agus Alfian
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini