Terungkap Pelaku Pembunuhan di Singkawang, Suami Korban Sendiri

Editor : Suhendra Yusri
. Kapolres Singkawang, AKBP Prasetyo Adhi Wibowo didampingi Kasatreskrim, AKP Tri Pasetyo dan Kasubag Humas, AKP Marwin langsung menggelar konferensi pers terkait telah ditangkapnya DP pelaku pembunuhan terhadap SL di Mapolres Singkawang, Selasa (1/9/2020).
Singkawang (Suara Kalbar)-  Polres Singkawang berhasil menangkap DP, pelaku pembunuhan terhadap istrinya SL yang ditemukan di Jalan Adelia Gang Melati RT 008 RW 003 Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara pada Senin (31/8/2020) sekitar pukul 11.15 WIB.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan kondisi mayat yang ditemukan, kami menyimpulkan sementara bukan penemuan mayat karena kecelakaan namun akibat penganiayaan hilangnya nyawa seseorang,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Prasetyo Adhi Wibowo didampingi Kasatresrim, AKP Tri Prasetiyo, dan Kasubag Humas, AKP Marwin saat konferensi pers di Mapolres Singkawang, Selasa (1/9/2020).

Korban ditemukan dalam keadaan tanpa busana bagian bawah. “Kami melakukan gelar perkara berdasarkan hasil penemuan di TKP atau di lapangan, sekitar pukul 06.00  kami berhasil mengamankan dan menangkap yang diduga dilakukan oleh DP,” katanya.

Prasetyo menjelaskan bahwa DP merupakan suami dari korban, dan motif pembunuhan yang dilakukan DP, lantaran pelaku sakit hati dengan korban yang diduga korban memiliki Pria Idaman Lain (PIL), dan pelaku dengan korban juga sering cekcok dalam rumah tangga, ditambah pelaku juga sering dimaki korban dengan kata-kata kasar, sehingga timbul rasa sakit hati dan merencanakan untuk membunuh korban, kemudian pelaku membawa sajam dari rumah keluarga tersangka.

Perwira dengan dua melati dipundaknya ini menegaskan bahwa pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider 338, subsider 335 ayat 3, 351 ayat tiga dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Menurutnya, terungkapnya pelaku pembunuhan karena dukungan masyarakat yang pro aktif dalam bentuk dukungan informasi, sehingga pengungkapkan kasus ini bisa terungkap kurang dari 24 jam.

“ Yang membuat kami curiga dimana tersangka saat itu membuat keadaan di TKP, seolah-olah korban diperkosa dan dicuri. Namun hasil visum luar tidak ditemukan tanda keberadaan almarhumah mendapatkan kekerasan secara seksual,” katanya.

Pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa pisau atau sajam yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Penulis : Tim Liputan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini