Tega, Ibu Kandung Siksa Sang Anak Hingga Kaki Patah Selama Dua Tahun

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
OHerryanto, suami dari TSK, menunjukkan kepada awak media terkait kejadian penyiksaan terhadap anak kandung mereka, Kristin Suhendra, dan penganiayaan terhadap dirinya.
Mempawah (Suara Kalbar) - Kisah bocah berusia empat tahun, Kristin Suhendra, yang mengalami patah kaki karena diinjak ibu kandung, TSK alias NA, menghebohkan warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Meski kasusnya telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mempawah, semua warga mengutuk aksi keji TSK terhadap darah dagingnya sendiri.

Herryanto, ayah Kristin Hendra, ketika ditemui awak media, bersedia angkat bicara. Ia mengungkapkan, dirinya menikah dengan TSK sejak lima tahun lalu. Sebelumnya, status keduanya adalah janda dan duda.

“Dari pernikahan saya dengan TSK, lahir lah seorang anak lak-laki yang kami beri nama Kristin Suhendra pada 14 Juli 2016. Saya sebagai orangtua sangat bahagia dengan kelahiran Kristin Suhendra ini,” katanya.

Di Sungai Pinyuh, pasangan suami istri ini kemudian bermukim di Gang Jeruk Perum Darus Indah C.7 Desa Galang. Di perumahan ini lah, Kristin Suhendra dibesarkan oleh Herryanto dan TSK.

Namun seiring perjalanan waktu, TSK mulai menunjukkan perangai yang aneh. Sejak usia beranjak 2 tahun, Kristin Suhendra, sering disiksa TSK. Herryanto mengaku tak bisa memantau seluruh rangkaian kejadian penyiksaan ini, karena ia bekerja di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Pada 11 Agustus  2020 pukul 15.00 WIB, Herryanto mendapat informasi bahwa TSK kembali menyiksa anaknya. Tanpa alasan yang jelas, kaki Kristin Suhendra diinjak hingga patah. Kepala diayunkan ke dinding menimbulkan memar dan benjol.

Kasus ini sempat dilaporkan warga setempat ke polisi, namun berakhir damai. Herryanto pun tak berniat memperpanjang lagi, karena mengira masalahnya sudah selesai.

“Dari kantor polisi, istri saya TSK diperbolehkan pulang dan berkumpul kembali di rumah bersama anak kami Kristin Suhendra. Saya saat itu masih bekerja di Rasau Jaya. Jadi tidak terlalu mengikuti prosesnya. Tapi saya berharap istri jera dan tak akan menyiksa anak lagi,” kata Herryanto.

Apalagi TSK sempat menelepon dirinya tidak perlu pulang ke Sungai Pinyuh karena dia dan Kristin Suhendra baik-baik saja. Saat itu, Herryanto mengaku lega dan yakin istrinya tak akan kejam lagi terhadap sang anak.

Namun keutuhan rumahtangga terancam hancur setelah TSK tanpa alasan yang jelas mengejar Herryanto dengan sebilah parang, Sabtu (12/9/2020) pagi. Terjadi pertengkaran keduanya. TSK juga sempat memukul dan mencakar tubuh Herryanto sampai luka.

Masih tidak puas memukuli suami, TSK yang marah mengeluarkan pakaian Herryanto dari lemari dan membakarnya menggunakan kompor gas. Api pun berkobar.

“Saya yang takut terjadi kebakaran, lalu mencabut selang gas dan membuang pakaian yang terbakar ke lantai. Saat itu lah, TSK makin mengamuk. Saya akhirnya lari dan minta dibonceng tetangga untuk melapor ke polisi,” kata Herryanto.

Dengan kejadian ini, Herryanto berharap TSK diproses hukum seadil-adilnya. Ia juga berencana membawa anaknya ke tempat kerja di Rasau Jaya mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

“Soal rumah tangga kami, nanti lah saya pikirkan lagi. Biar lah proses hukum dulu yang berjalan. Saya fokus bekerja dan merawat anak saya Kristin Suhendra ini,” ujarnya lirih.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini