Sutarmidji Tegaskan Pihaknya Hanya Memberi Sanksi Maskapai 10 Hari

Editor : Suhendra Yusri
Gubernur Kalbar, Sutarmidji

Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan sanksi larangan terbang kepada sejumlah maskapai yang kedapatan membawa penumpang positif Covid-19. Akan tetapi dirinya melarang maskapai tersebut membawa penumpang selama 10 hari sebagai sanksi.

Hal ini menanggapi  pernyataan Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Nurhayati Manoarfa yang menyinggung keputusan Gubernur Kalimantan Barat (Sutarmidji) .

Dalam hal ini Nurhayati mempertanyakan sanksi larangan terbang kepada maskapai penerbangan yang membawa penumpang positif Covid-19. Ini dinilainya merusak pemulihan perekonomian nasional.

 “Suruh mereka baca betul-betul. Kita tidak pernah melarang terbang, kita hanya memberikan sanksi tidak boleh bawa penumpang selama 10 hari dari Kota dimana mereka ada bawa penumpang yang hasil swabnya positif,” ujar Sutarmidji saat dihubungi suarakalbar.co.id , Rabu (23/9/2020).

Jika maskapai tersebut dibenarkan membawa penumpang yang positif Covid-19 tanpa di sanksi, Sutarmidji menilai ini jelas akan membahayakan masyarakat yang ada di Kalimantan Barat.

“Masalahnya kalau maskapai dibenarkan membawa penumpang yang jelas positif tanpa di sanksi, kalau begitu bebaskan aja penerbangan tanpa protokol Covid-19,” katanya.

Bang Midji, sapaan akrabnya, menyuruh agar Anggota DPR RI yang menyinggungnya untuk dapat lebih memahami dan belajar tentang bahaya penyebaran Covid-19, bukan hanya bicara pemulihan ekonomi.

“Anggota DPR kok gak paham, cuma bicara ekonomi. Suruh belajar lagi tentang bahaya penyebaran Covid-19 dan sulitnya menangangi klaster,” geramnya.

Orang nomor satu di Kalbar ini juga menyampaikan, untuk saat ini jika ada maskapai penerbangan yang membawa penumpang positif Covid-19 ke Kalbar,terutama dari Jakarta maka akan diberikan sanksi 10 hari tidak boleh membawa penumpang.

“Kalau dari Jakarta yang positif maka 10 hari dari Jakarta tak boleh bawa penumpang,tapi dari Surabaya boleh. Dari Pontianak ke Jakarta boleh,” tukasnya.

Penulis   : Yapi Ramadhan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini