Simulasi Belajar Tatap Muka, Sutarmidji : Satpol PP Saya Aktifkan Diluar Setelah Pelajar Pulang

Editor : Diko Eno
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat melakukan kunjungan evaluasi belajar tatap muka di SMAN 1 Pontianak | Suarakalbar: Yapi Ramadhan.
Pontianak (Suara Kalbar) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, hari ini mengunjungi SMAN 1 Pontianak untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana simulasi pembelajaran tatap muka yang dilakukan disekolah tersebut.

Dalam pantauannya kali ini, ia meminta guru untuk lebih peduli dalam mengatur jarak antar siswa didalam kelas. Metode yang digunakan sebagai alternatif bagi siswa yang dapat hadir disekolah dinilainya sangat baik.

"Guru harus lebih peduli. Tadi kan ada beberapa yang nggak masuk harusnya duduknya diatur kembali. Kemudian nanti jarak jarak itu harus pastikan berapa kali berapa. Tapi disini rata-rata sudah bagus ya kesiapannya, dan yang paling bagus itu di pembelajaran di live kan di Instagram sehingga anak-anak yang tak ikut belajar disekolah bisa ngikuti dirumah," katanya  kepada sejumlah wartawan saat ditemui dilokasi, Kamis (3/8/2020).

Sutarmidji menegaskan,ia meminta sekolah untuk dapat selalu berkoordinasi dengan orang tua masing-masing murid . Dirinya akan mengaktifkan Satpol PP sebagai pemantau agar ketika pulang sekolah nantinya murid tersebut tidak berkeliaran kemana-mana.

"Tapi yang paling penting saya minta pihak sekolah menginformasikan ke orang tua bahwa yang masuk itu di chat,kemudian dia pulang juga disampaikan ke orang tuanya bahwa siswa sudah pulang,jangan sampai merayau kemana-mana. Nanti Satpol PP mau saya aktifkan diluar setelah pulang," terangnya.

Kedepannya, setelah dilakukan evaluasi selama beberapa minggu, para murid akan di Rapid Test dan guru akan dilakukan Swab oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

"Setelah evaluasi ini,dua minggu kedepan kita pikir gimana kalau kita tambah waktunya. Nah setelah evaluasi lagi dengan sampel untuk Rapid Test siswa dan Swab untuk guru kita lakukan mungkin untuk kelas 2 kita suruh masuk,bertahap juga sehingga kita atur," sambungnya.


Bang Midji sapaannya, menyuruh pihak sekolah untuk mata pelajaran yang diajarkan hanya berfokus kepada mata pelajaran untuk masuk ke perguruan tinggi.

"Nah mata pelajaran yang diajarkan saya berharap itu hanya untuk persiapan mereka masuk perguruan tinggi kedepan kalau tidak ada ujian. Kalau ada ya mata pelajaran yang ujian nasional aja,yang lainnya daring aja," katanya.


Dalam hal ini, Kota Pontianak kembali masuk dalam zona orange. Sutarmidji mengatakan dikarenakan adanya kesembuhan bisa jadi Pontianak hari ini zona kuning kembali. Dia jelaskan yang menentukan hal ini bukan pihak Pemprov melainkan Gugus Tugas Nasional.

"Pontianak kalau ada kesembuhan hari ini kemudian ada satu kasus mungkin Pontianak bisa zona kuning. Ini kan evaluasi oleh Gugus Tugas Nasional dengan berbagai variabel disetiap hari Selasa. Bukan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi tapi nasional,jadi yang zona-zona  yang netapkan itu bukan kita," terangnya.

Untuk permasalahan SMA SMK,ini merupakan tanggung jawab Gubernur sebagai Pemerintah Provinsi. Midji pinta agar betul-betul serius mengawasi dan jangan sampai timbul klaster baru si dunia pendidikan.

"Kalau untuk SMA SMK Gubernur yang netapkan,kalau SD SMP Bupati Walikota yang netapkan,silahkan tapi betul-betul diawasi. Saya betul-betul jaga jangan sampai pendidikan ini timbul klaster baru. Kalau ada satu aja yang reaktif maka saya hentikan sementara sampai ndak ada lagi yang reaktif. Jadi guru harus disiplin dan murid juga disiplin," bebernya.


Dirinya juga menyampaikan saat ini sedang memesan masker untuk murid dengan berbagai warna kepada pengrajin di Punggur. Ini merupakan inisiatif dari Pemprov agar murid tidak menggunakan satu masker dalam setiap harinya pembelajaran.

"Saya sedang siapkan ini pengrajin. Saya sudah sampaikan lewat media lewat medsos saya supaya pengrajin itu buat masker tapi kita beli. Nah ternyata baru ada satu dari Punggur kemarin dia udah antar 10 ribu ,tapi warnanya baru biru sama hitam,saya masih pesan untuk warna lain supaya kalau dia sekolah 5 hari dia harus punya 5 warna. Jangan sampai anak makai masker yang sama. Itu yang nyiapkan kita. Pemda setempat harusnya menyiapkan. Kalau anak SMA SMK kita nyiapkan. Mohon juga Bupati Walikota siapkan untuk SD SMP," sambungnya.

Terakhir, orang nomor satu di Kalbar ini berpesan untuk jenjang PAUD tidak diadakan pembelajaran tatap muka sampai akhir tahun. Ini dikarenakan usia anak masih muda sehingga imunitas tubuh belum stabil.

"Nah kalau paud belum, walaupun sudah keluar skd 2 bulan kemudian paud baru boleh masuk saya pikir paud itu sampai akhir tahun, daripada kita susah kasian anak-anak. Paud usianya kan belum 5 tahun ,anak belum 5 tahun imunitas nya belum stabil betul sehingga anak yang sudah diatas 5 tahun masih itu lah," tutupnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini