Sigap Dampingi 3 Dusun dan 2 Lingkungan di Sanggau

Editor : Eno

 Sigap Dampingi 3 Dusun dan 2 Lingkungan di Sanggau

Sanggau
(Suara Kalbar) – Tiga Dusun dan dua Lingkungan di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau masuk dalam program aksi inspiratif warga untuk perubahan (Sigap) yang dikembangkan The Nature Conservancy yang kini menjadi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Metode Sigap ini akan diterapkan di Desa Mengkiang dan Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas.
 

“Desa Mengkiang ada tiga dusun yang akan menjadi pilot project program Sigap, yakni Mengkiang, Sei Langer dan Tokang. Sementara di Kelurahan Sungai Sengkuang lokasinya di Lingkungan Sei Kosak dan Mensarang,”kata Direktur Lembaga Konservasi Alam Kalimantan M Adi Prasetio dalam rembuk Kelurahan SIGAP dan inisiasi Lanskap Sekayam Hilir di Aula Kelurahan Sungai Sengkuang, Kamis (24/09/2020).
 

Dikatakannya pertemuan ini merupakan tahapan sosialisasi program Sigap, analisa potensi bisnis model dan rencana pemetaan partisipasif potensi lingkungan Sungai Kosak dan Mensarang.
 

“Sebelumnya kami juga sudah melakukan pertemuan di Desa Mengkiang,” ucapnya.
 

Menurut Adi, keterlibatan pihak-pihak lain sangat penting dalam tahapan Sigap. Peran Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui OPD di setiap tingkatan dan private secor yang ada di sekitar lokasi Sigap menjadi tahap awal dalam perencanaan implementasi Sigap.
 

“Dibutuhkan kerja sama dan kesepahaman dalam membangun daerah dari sektor pedesaan yang sinergi dengan rencana pembangunan daerah,”katanya.
 

Sigap merupakan metode pendekatan dan pendampingan berbagai tipe masyarakat untuk mewujudkan desa yang memiliki wilayah dan hak kelola. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan wilayah kelola tersebut dan mempertahankan nilai budaya, identitas dan keterikatannya dengan alam serta mendorong warga dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera secara berkelanjutan.
 

“Ada 7 D tahapan dalam implementasi Sigap. Yaitu disclosure (membuka diri), define (menentukan tema), discovery (menemukenali kekuatan), dream (bermimpi), design (merancang), delivery (melaksanakan) dan drive (merayakan dan menggerakkan),” terang Adi.
Pihaknya, bersama masyarakat akan melakukan pemetaan potensi di lokasi program Sigap.
 

“Kita akan melakukan pemetaan potensi yang ada di wilayah Mengkiang maupun Sungai Sengkuang. Misalnya di mana letak kebun karet, di mana ladang, di mana sawah, di mana pemukiman, di mana fasilitas umum, di mana hutan lindung, hutan adat dan lain sebagainya. Kita harapkan semuanya nanti terpetakan,”terangnya.
 

Dengan adanya peta potensi itu, diharapkan perencanaan pembangunan bisa lebih terarah. “Peta potensi ini untuk mendukung pembangunan yang tidak hanya fisik, tapi melihat potensi-potensi lain yang harus diperhatikan dan didorong sebagai daya dukung ekonomi masyarakat,”ucapnya.
 

Sementara itu Lurah Sungai Sengkuang Abang Usman mengapresiasi program Sigap yang dikembangkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan berharap, program ini dapat memberikan manfaat bagi kemandirian berbasis kearifan lokal.
 

“Melalui Yayasan ini nanti akan digali potensi-potensi yang ada, khususnya di lingkungan Sungai Kosak dan Mensarang. Dengan adanya pemetaan potensi, akan menjadi dasar untuk merencanakan pembangunan yang akan datang di Sungai Sengkuang,”tutur Abang Usman.
 

Program ini akan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di Sungai Sengkuang.
 

“Dan masyarakat di Sungai Kosak dan Mensarang ini mata pencahariannya macam-macam. Ada yang petani, bekebun, dan lain sebagainya.,” tuturnya.  
 

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Camat Kapuas Markus Tabah, Babinsa Sungai Sengkuang Praka Zailani, Bhabinkamtibmas Sungai Sengkuang Bripka Suryadi, Lurah Sei Sengkuang, Abang Usman, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Sungai Sengkuang.
 

Penulis: Darmansyah

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini