Saat Air Naik, Evakuasi Warga Purun Kecil Berlangsung Hingga Subuh

Editor : Suhendra Yusri
Warga Desa Sungai Purun Kecil ditempat pengungsian di ruang kelas SMP Negeri 2 Sungai Pinyuh, Sabtu (5/9/2020).
Mempawah (Suara Kalbar)- Kepala Desa Sungai Purun Kecil, Zainol Bahri, mengatakan bencana banjir di desanya terjadi pada Kamis (3/9/2020) malam, yang diawali curah hujan sangat tinggi di kawasan itu.

“Kamis malam itu saya mendapat laporan warga bahwa air semakin tinggi dan masuk ke dalam rumah. Saya putuskan untuk langsung melakukan evakuasi. Saya minta izin kepada Kepala SMPN 2 untuk menempati beberapa ruang kelas sebagai tempat mengungsi warga,” ujar pria yang akrab disapa Enol ini.

Setelah mendapat ijin dari kepala sekolah, malam itu juga dirinya bersama aparat pemerintah desa, elemen masyarakat, bhabinkamtibmas dan babinsa langsung melaksanakan proses evakuasi warga. Tak sedikit yang panik dan shock.

“Kami berupaya menenangkan warga. Sebab banyak yang shock karena air naik begitu tiba-tiba. Sebelumnya tak pernah parah seperti ini. Jadi saya memaklumi jika ada warga yang sempat panik dan menangis,” kata Enol lagi.

Proses evakuasi menurut Enol, berlangsung terus menerus hingga subuh hari. Bahkan di pagi hari, saat air makin naik, semakin banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Tapi situasi sudah tidak sepanik pada malam hari saat pertama kali air masuk rumah warga.

“Yang kami fokuskan adalah anak-anak dan orangtua atau warga lanjut usia dalam proses evakuasi. Ada yang trauma, tak sedikit yang sedih. Kami tetap berusaha maksimal membantu warga, terutama memastikan keamanan rumah warga saat dikosongkan,” katanya.

Ia lantas bersyukur mendapat bantuan dari banyak pihak, yakni dari Dandim 1201/Mph, Pemkab Mempawah melalui BPBD, Kapolres Mempawah dan Ketua Bhayangkari dan dari Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Ahmadi, dan pihak-pihak lainnya.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini