Restoran Turki Buat Kubah untuk Jaga Jarak

Publisher

Pekerja restoran menyiapkan makanan dengan mengenakan masker dan sarung tangan di tengah pandemi Covid-19 (foto:  VOA)

Suara Kalbar - Pembatasan akibat Covid memaksa orang-orang tinggal dalam lingkup pribadi atau keluarga masing-masing. Meski pemerintah sudah mulai melonggarkan pembatasan, sebagian orang masih khawatir berada di tengah keramaian. Restoran Turkce Meze Kubbe di Istanbul berusaha membuat pelanggannya nyaman dengan memasang kubah.

Kubah-kubah yang terbuat dari polikarbonat berukuran besar membantu restoran tetap aman dan membantu pelanggan merasa lebih nyaman.

Manajer restoran, Cavit Aysay, mengatakan tujuannya adalah membantu mencegah penyebaran virus corona sekaligus menggairahkan kembali bisnis di restoran itu.

"Orang-orang yang dulu sering keluar, kini merasa khawatir. Berlama-lama di rumah karena pandemi berdampak pada hubungan manusia. Menurunkan semangat kita. Itu sebabnya kami ingin menciptakan tempat di mana orang bisa merasa nyaman dalam lingkup yang tertutup," ujarnya.

Aysay mengatakan kubah-kubah itu diletakkan di dua teras restoran. Dia juga mengatakan restorannya mengambil langkah ekstra untuk membersihkan dan mendesinfektan masing-masing kubah.

"Polikarbonat itu semacam kaca, tapi tidak bisa pecah. 200 kali lebih kuat dari kaca. Bahan ini dilengkapi lapisan UV, sehingga tidak pucat. Kami memiliki generator ozon yang digunakan untuk mensterilisasi masing-masing kubah selama 12-14 menit sebelum dan setelah digunakan," tambah Aysay.

Restoran itu tidak menerima reservasi dalam jumlah besar karena hal itu menyulitkan dilakukannya jaga jarak. tapi keluarga dan teman dekat dipersilahkan menikmati hidangan di dalam kapsul. Bahkan ada sistem nirkabel untuk memanggil pelayan.

Pelanggan tidak hanya bisa menikmati hidangan, tapi juga merasa aman.

"Jaga jarak sangat penting. Kami berusaha sangat berhati-hati, karena itu kami memilih restoran ini karena upaya ekstra yang mereka lakukan. Kami benar-benar terisolasi. Tidak ada kontak apapun dengan orang lain," kata Tansu Vardarcilar.

Pelanggan lainnya, Onur Sonkaynar mengatakan, "Rasanya senang disini karena dengan pelayan pun, ada jarak tertentu. Tempat ini hanya untuk kami berdua."

Dulu, makan di restoran dalam kubah semacam ini mungkin tidak sesuatu yang tidak biasa, tapi apabila pandemi berkepanjangan, para pakar mengatakan konsep ini bisa jadi umum untuk digunakan.

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini