Polisi Data Banjir di Jongkat, Rahmad Kartono: Kami Siap Bantu Proses Evakuasi Warga

Editor : Diko Eno
Kapolsek Siantan Iptu Rahmad Kartono, meninjau rumah seorang warga Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu, bernama Sunari, yang mengalami kerugian karena banjir masuk rumah menyebabkan kerusakan barang dagangan | Suarakalbar: Dian Sastra
Mempawah (Suara Kalbar)- Banjir ternyata juga melanda Kecamatan Jongkat. Kapolsek Siantan, Polres Mempawah, Iptu Rahmad Kartono, mengaku telah memimpin personel untuk mendata warga terdampak banjir.

“Saya bagi personel Polsek Siantan menjadi lima tim untuk berkeliling mengecek volume air dan daerah titik rawan bencana banjir di beberapa desa di Kecamatan Jongkat,” ungkap Rahmad Kartono ketika dihubungi suarakalbar.co.id.

Dijelaskan, berdasarkan hasil monitoring, tercatat ada tiga desa dilanda banjir. Yakni, Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu. Rumah warga yang terdampak berjumlah 25 unit atau 30 kepala keluarga. Ketinggian air 20 cm, sudah masuk ke rumah warga.

“Saya bahkan masuk ke rumah Pak Sunari di Teluk Dalam ini. Ia merugi karena kotak-kotak berisi barang dagangan menjadi rusak karena air masuk rumah secara tiba-tiba,” ungkap Kapolsek.

Selanjutnya, Dusun Coklat Jalan Parit H. Yakob, Desa Wajok Hilir. Rumah yang terdampak berjumlah 12 unit atau 14 kepala keluarga. Tinggi air 10 cm, hanya menggenangi perkarangan dan tidak ada yang masuk ke rumah.

Yang terakhir, pengecekan di Dusun Taruna Bakti Jalan Parit Bayan, Desa Peniti Luar. Rumah yang terdampak berjumlah 20 unit atau 30 kepala keluarga. Tinggi air 10 cm dan sebagian sudah masuk ke dalam rumah warga.

Dalam monitoring itu, tambah Rahmad Kartono, dirinya, wakapolsek dan para bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan agar warga tetap tenang menghadapi situasi banjir yang terjadi akhir-akhir ini.

Warga juga diminta waspada akan curah hujan yang cukup deras yang memungkinkan parit dan selokan tidak mampu menampung tekanan volume air, sehingga air meluap sampai titik daerah pemukiman dan perumahan.

Selain itu, kepada aparatur pemerintah desa dan warga, juga diminta agar segera melaporkan apabila air mulai naik secara tidak normal supaya bisa segera dilakukan antisipasi mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan.

“Dan yang tak kalah penting, kami siap membantu warga jika perlu dilakukan evakuasi sekaligus melakukan koordinasi dengan kepala desa, forkopimcam, dinas sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah,” pungkas Rahmad Kartono.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini