Peserta Pendidikan Pertanyakan Legalitas Ijazah Satpam, Ada Nama SUPM Pontianak

Editor : Diko Eno
Dua peserta pendidikan satpam menunjukan foto copy ijazah satpam yang diterimanya setelah melewati masa pendidikan. (Ist)
Pontianak (Suara Kalbar)- Nama Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak dicatut oleh pihak penyelenggara pendidikan satuan pengamanan (Satpam) PT Brigade 86. Hal ini terungkap saat sejumlah peserta pendidikan mempertanyakan legalitas ijazah itu.

Karena ijazah yang dikeluarkan,  ditemukan perbedaan, antara tempat kegiatan pelaksanaan dan yang tertulis dalam legalitas untuk satuan pengamanan tersebut.

Salah satu peserta pendidikan, Muhammad Aziz Al Hakim mengatakan, pada saat pendaftaran ia masuk ke angkatan 89. Karena jumlah peserta melonjak, akhirnya peserta dibagi ke dalam dua gelombang.

 “Saya masuk ke gelombang dua untuk angkatan 90,” kata Aziz, Selasa (8/9/2020)

Dia menceritakan, saat pendidikan, kegiatan dilaksanakan di lapangan fustal Muara Kapuas, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat.

Namun ketika ijazah telah keluar, tempat pelaksanaan kegiatan berbeda dengan yang tertulis di ijazah.

 “Di ijazah tertulis tempat kegiatan di SUPM Pontianak. Tapi nyatanya pelaksanaannya di lapangan futsal Muara Kapuas,” jelasnya.

Aziz mengungkapkan, perbedaan tempat kegiatan yang tertulis di ijazah itu membuat dia bersama beberapa rekannya ragu pada legalistas ijazah tersebut.

"Khawatirkan bermasalah di kemudian hari," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SUPM Pontianak, Mustafa, menjelaskan selama pandemi Covid-19, tidak ada aktivitas apapun di sekolah sesuai apa yang dianjurkan pemerintah.

 "Sekolah selama Covid-19 diliburan. Tentu tidak mungkin ada kegiatan pendidikan Satpam di dalam kampus,”jelas Mustofa.


Mustofa kaget ketika mengetahui ada ijazah pendidikan Satpam, yang di dalamnya tertera tempat kegiatannya di Sekolah Usaha Perikanan Menengah itu.

“Tidak ada kegiatan itu. Kami akan koordinasi dengan penyelenggaraan kegiatan, mengapa nama SUPM Pontianak dicatut,” ucapnya.

Direktur Utama PT Brigade 86, Yusnadi mengatakan, sebelum wabah Covid-19, pihaknya sudah melakukan berkoordinasi dengan SUPM Pontianak. Dalam koordinasi itu pihak PT. Brigade 86 akan menggunakan sekolah tersebut sebagai tempat pendidikan Satuan pengamanan.

Yusnadi katakan, setelah mendapat kesepakatan kemudian pada Maret 2020, munculah wabah Covid-19. Sehingga SUPM Pontianak melarang kegiatan di dalam sekolah.

Karena alasan itu,  kegiatan pendidikan dilaksanakan di lapangan futsal Muara Kapuas.

“Hanya saja saat itu, administrasi kami sudah masuk ke Polda. Dan saya saat itu tidak terpikir akan jadi masalah karena perbedaan tempat yang tertera di ijazah,” kata Yusnadi.

Yusnadi menyatakan, karena ada kesalahan itu, ia telah berkoordinasi dengan Binmas Polda Kalbar untuk menarik seluruh ijazah yang di dalamnya tertera nama SUPM Pontianak.

“Solusinya ijazah ditarik, dan dibuat baru sesuai dengan tempat pelaksanaan pendidikan,”tutupnya.


Penulis : Tim Liputan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini