Pemakaman Pasien Positif Covid-19 Disepakati di Kompleks STT-ATI Anjongan

Editor : Suhendra Yusri
Kapolsek Anjongan, Iptu Roberd Suyanto ketika memimpin rapat koordinasi dengan pihak-pihat terkait untuk kelancaran proses pemakaman pasien positif Covid-19 di Anjongan, Kamis (3/9/2020) malam.
Mempawah (Suara Kalbar)- Informasi meninggalnya seorang dosen di STT-ATI Anjongan karena positif Covid-19 di ruang isolasi RSUD dr Soedarso dengan cepat menyebar ke masyarakat Kecamatan Anjongan.

Agar proses pemakaman berlangsung aman dan lancar, Polsek Anjongan, Polres Mempawah, bergerak cepat untuk menggelar rapat koordinasi, Kamis (3/9/2020) pukul 22.00 WIB di Aula Mapolsek.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga  melalui Kapolsek Anjongan, Iptu Roberd Suryanto, ketika dihubungi suarakalbar.co.id, mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi pemakaman pasien Covid-19 asal Kecamatan Anjongan ini, bertujuan untuk menepis isu-isu yang terlanjur berkembang di masyarakat.

"Kami di Polsek Anjongan mendapat kabar adanya isu penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 ini. Karena itu, kami segera mengumpulkan semua pihak terkait untuk berkoordinasi mencari solusi terbaik,” kata Roberd Suryanto.

Dari rapat koordinasi ini, kata Roberd, diharapkan masyarakat akan memahami tentang prosedur tetap penanganan jenazah Covid-19. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

“Akhirnya, semua pihak yang hadir menyepakati, pemakaman jenazah tetap dilaksanakan pada besok hari, Jumat (4/9/2020) pukul 11.00 WIB di Kompleks STT-ATI Anjongan yang letak lokasi makamnya jauh dari pemukiman warga,” jelas Kapolsek lagi.

Kapolsek mengimbau agar saat proses pemakaman, warga tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak menyebarkan isu-isu yang bisa memicu keresahan.

Seperti diberitakan suarakalbar.co.id, seorang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, meninggal dunia, Kamis (3/9/2020) pukul 19.20 WIB.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian, yang dikonfirmasi, membenarkan kabar telah meninggalnya seorang pasien terkonfirmasi positif tersebut.

“Ya, meninggal saat dalam perawatan medis di Ruang Isolasi RSUD dr Soedarso Pontianak, malam ini pukul 19.20 WIB. Pasien tersebut berjenis laki-laki dan berusia 62 tahun,” kata Mukhtar.

Dijelaskan Mukhtar, pasien ini masuk di RSUD dr Sudarso Pontianak pada Kamis (27/8/2020) setelah diumumkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Berdasarkan hasil tes cepat molekuler (TCM) di RSUD dr Soedarso, pasien yang juga seorang dosen di STT-ATI Anjongan ini positif Covid-19.
“Jadi sekitar seminggu dirawat, yang bersangkutan meninggal dunia. Direncanakan akan dimakamkan besok pagi, Jumat (4/9/2020) dengan protap Covid-19 sesuai aturan pemerintah,” ujar Mukhtar lagi.

Dengan demikian, kata Mukhtar, ini kasus pertama pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mempawah yang meninggal dunia.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini