Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Hilangnya Satu Generasi

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto.
Mempawah (Suara Kalbar) - Pandemi Covid-19 bukan hanya memberikan dampak terhadap kesehatan dan ekonomi warga, tapi juga bisa jadi pemicu lost generasi.

"Pandemi membuat proses belajar menggunakan metode jarah jauh atau daring, kini muncul ancaman lost generasi, dan ini tidak bisa dianggap remeh," ujar Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalbar.

Proses belajar daring, diakui banyak kelemahan, mengingat tingkat literasi masyarakat terhadap teknologi masih rendah.

"Jujur diakui literasi digital di kalangan peserta didik masih rendah. Fakta yang ditemukan tidak sedikit anak usia sekolah bukan belajar yang diutamakan dengan teknologi digital, melainkan menghabiskan waktu untuk game online," ujarnya.

Fenomena ini tidak bisa dibiarkan, maka perlu kiranya diambil kebijakan untuk belajar dengan tatap muka. Kebijakan belajar tatap muka mesti segera dilakukan. Hanya saja protokol kesehatan dengan tegas harus dipatuhi.

Hanya yang perlu diperhatikan, orangtua atau wali siswa jangan dibebani dengan pengadaan alat pelindung diri, seperti masker atau hand sanitizer.

"Pengadaan APD seperti masker dan hand sanitizer menjadi tugas pemerintah, dan tidak boleh dibebankan kepada orangtua," sarannya.

Susanto lantas mengkomparasi dengan politik anggaran untuk pilkada yang dialokasikan cukup besar.

“Kalau Pilkada saja bisa dianggarkan dana yang teramat besar, kenapa untuk penyediaan generasi unggul yang menentukan kelangsungan bangsa masih banyak pertimbangan,” ucap dia lagi.

Dan perlu diingat, dalam kompetisi global jika ingin survive, bangsa ini harus mempunyai generasi unggul.

"Jangan mimpi kita bisa maju kalau pembinaan generasi bukan menjadi bidang prioritas dan diutamakan," pungkas Susanto.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini