MSB Singkawang Bersama PMI Singkawang Akan Gelar Aksi Donor Darah

Editor : Suhendra Yusri
Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang, Mulyadi Qamal (tengah), Ketua Markas PMI Kota Singkawang, Suwaji (paling kanan), dan Sekretaris Panitia Kegiatan , Imran (paling kiri).
Singkawang (Suara Kalbar)- Majelis Seni Budaya (MSB) Kota Singkawang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Singkawang akan menyelenggarakan aksi donor darah di Hotel Khatulistiwa Singkawang, Sabtu (19/9/2020) mendatang.

“Kami dalam hal ini kami dari Majelis Seni Budaya ikut bergerak dan berpartisipasi bersama pengurus PMI Kota Singkawang, untuk melaksanakan aksi donor darah,” ujar Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang, Mulyadi Qamal didampingi Ketua Markas PMI Kota Singkawang , Suwaji dan Sekretaris Panitia Kegiatan, Imran di Hotel Khatulistiwa, Jalan Pangeran Diponegoro, Rabu (16/9/2020).

Dia menjelaskan, kegiatan aksi donor darah juga mengundang seluruh komunitas untuk bersama-sama melakukan aksi donor darah.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polres, TNI dan Pemkot  Singkawang, serta dukungan Taman Rekreasi Teratai Indah, Hotel Khatulistiwa serta sponsor dan dukungan lainnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Markas PMI Kota Singkawang, Suwaji mengatakan penyelenggaraan aksi donor darah dalam rangka mengatasi kekurangan darah di dalam masa pandemi Covid-19.

“Secara nasional memang kita kekurangan darah, dari Sabang sampai Merauke dan untuk Singkawang bertanggung jawab terhadap stok darah khususnya di Kota Singkawang,” jelasnya.

Suwaji mengatakan pihaknya melibatkan TNI Polri dari pegawai dan dari yayasan yang ada di Kota Singkawang termasuk pengurus masjid- masjid untuk melakukan donor darah,” katanya.

Dia mengungkapkan sejak Agustus ini memang mengalami kekurangan stok darah.”Pada Juli lalu juga dilaksanakan kegiatan aksi donor yang dilakukan Brigif, TNI-Polri untuk mengatasi kekurangan darah,” jelasnya.

Keperluan darah rata-rata dalam satu bulan, kata Suwaji, sekitar 750 stok kantong darah, sedangkan stok darah kadangkala ada sekitar empat ratus kantong lebih, sehingga masih kekurangan stok darah.“Selama kekurangan darah saat ini, sifatnya masih donor darah pengganti,” jelasnya.

“Selama ini ketika kekurangan darah dan selalu mencari orang untuk mendonorkan darah,  bahkan pernah kejadian ada orang yang membutuhkan darah saat opname, namun belum dapat dan akhirnya terlambat sehingga orang tersebut meninggal,” katanya.

Penulis   : Tim Liputan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini