Menilik Potensi Budidaya Ikan dipinggiran Sungai Sekadau

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Vidia (baju biru) bercerita soal budidaya ikan keramba di pinggiran Sungai Sekadau
Sekadau (Suara Kalbar) - Potensi budidaya ikan keramba dipinggiran sungai Sekadau sangat besar. Hal ini disampaikan oleh peternak ikan keramba kepada suarakalbar.co.id, Sabtu (12/9/2020).

Salah seorang peternak, Vidia (32) mengatakan dirinya melakukan budidaya ikan di pinggiran Sungai Sekadau tepatnya di bawah jembatan Penanjung sudah cukup lama. Ia melihat ada peluang usaha yang cukup menjanjikan dari memelihara ikan Nila dan ikan Emas.

"Lumayanlah untuk kerja sambilan, hasilnya cukup menjanjikan," ujarnya.

Harga ikan Nila maupun ikan Emas sendiri khususnya di Sekadau yang dipelihara dalam keramba pinggiran Sungai dalam beberapa tahun terakhir cukup stabil. Harga ikan Emas misalnya kini mencapai Rp 50.000 per kilo untuk ukuran diatas satu kilo, sedangkan yang dibawah ukuran satu kilo mencapai Rp 45.000.

Ia menyebut harga ikan stabil karena kualitas bibit ikan asal Sekadau cukup bagus dibandingkan dengan diwilayah lain.

"Dibandingkan ikan yang dipelihara di darat memang ikan dipelihara di Keramba memang cukup bagus kualitasnya, rasanya juga enak karena airnya mengalir terus," kata Vidia.

Namun Vidia menyebut, yang menjadi permasalahan peternak ikan khususnya saat ini adalah harga pakan yang cukup mahal. Untuk pakan ukuran besar harganya sekarang Rp 13.000 per kilo, ukuran pakan kecil Rp 14.000 per kilo, sedangkan harga per karungnya yaitu Rp 350.000.

Menyiasati mahalnya harga pakan, Vidia terkadang memberikan pakan alternatif berupa ubi yang diparutkan.

"1 karung yang isinya 30 kilo biasanya habis dalam 5 hari, sekali kasi makan kan 4 kilo untuk 1.000 ekor ikan," sebutnya.

Penulis: Tambong
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini