LPA Kalbar Kecam Oknum Satlantas Polresta Pontianak yang Cabuli Anak Dibawah Umur

Editor : Suhendra Yusri
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat, R Hoesnan

Pontianak (Suara Kalbar)- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat mengecam keras atas tindakan tak bermoral yang dilakukan oleh oknum Satlantas Polresta Pontianak yang  mencabuli anak dibawah umur, Sabtu (19/9/20).

"LPA Kalbar mengecam keras dan berharap kepolisian segera memeriksa pelaku dan memastikan kemungkinan ada atau tidaknya korban lain selain anak tersebut, serta memberi sanksi tegas apabila perlakuan asusila oleh yang bersangkutan sudah terbukti," ujar Ketua LPA Kalbar, R Hoesnan 

Seperti yang kita ketahui bersama, kata R Hoesnan,  maraknya kasus prostitusi anak di Kota Pontianak belum mampu dikurangi.

“Selama ini banyak anak yang terlibat prostitusi online tersebut terjaring razia baik oleh kepolisian atau Satpol PP, namun hingga saat ini hanya ada beberapa orang pria hidung belang atau predator anak yang berhasil dijerat dan diproses secara hukum,” katanya.

Namun dia mengatakan kasus yang menimpa anak dibawah umur ini sungguh miris terjadi.“Sekarang malah ditambah dengan prilaku mesum anggota lantas Polresta Kota Pontianak yang harusnya sebagai penegak hukum harus mampu menjadi pengayom dan pelindung yang baik bagi masyarakat,  bukan lalu memanfaatkan kelemahan anak yang harusnya diayomi dan dilindungi malah dijadikan pemuas birahinya," kata R Hoesnan 

Dia menegaskan pihaknya menyerahkan  proses hukum kepada pihak kepolisian. “Kita yakin pada komitmen Kapolresta pontianak dalam penegakan hukum meskipun pelakunya adalah anak buahnya sendiri,” jelasnya.

"Hukum tidak pandang bulu, harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Terakhir, jelas R Hoesnan,  bahwa LPA Kalbar memastikan akan terus mengawal kasus ini untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan baik.

Penulis    : Rilis


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini